Renstra Pendidikan PKP 2022-2026

 

 

Rencana Strategis (Renstra) dibidang pendidikan ini, dapat dipahami sebagai panduan dan desain yang menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan di PKP DKI Jakarta tahun 2022 2027. Renstra ini juga dapat dijadikan tolak ukur perjalanan PKP dalam mengembangkan pendidikan, baik keberhasilannya, kondisi riil, masalah yang dihadapi dan tantangan ke depan. Lima tahun ke depan dunia pendidikan bersentuhan dengan isu-isu penting yang harus dihadapi.

Pertama PKP harus mampu menghadapi dan mendesain pendidiknya agar bisa mengantisipasi Era VUCA yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity. Adapun Era VUCA yang dimaksud (Volatility) sendiri diartikan sebagai munculnya tantangan baru yang penyebabnya sulit ditentukan, (Uncentainty) ketidakpastian, (Complexity) munculnya pesaing baru, gangguan teknologi, perubahan pola konsumsi, regulasi yang kompleks, (Ambiguity) membingungkan dalam menghadapi dilema dan tidak tahu jawaban pasti.

Kedua, munculnya konsep kurikulum dan pembelajaran merdeka belajar yang akan melahirkan peserta didik yang menghendaki model belajar yang lebih manusiawi, penuh kebebasan dan cara-cara yang tidak biasanya.

Ketiga, PKP perlu mengantisipasi munculnya sekolah-sekolah berbasis islam yang lebih segmented, fokus dan modern, terutama dalam konsep dan profil lulusannya.

Keempat, lahirnya satuan pendidikan baru berbasis pesantren di Yayasan PKP DKI Jakarta yang butuh dukungan dan arah pengembangan untuk memajukannya. Pendidikan PKP harus berbenah dan responsif terhadap 4 (empat) kondisi di atas. Dengan kondisi riil hari ini dan melihat tantangan ke depan, Renstra ini dibuat sebagai acuan pengembangan pendidikan di PKP.


A.      VISI YAYASAN

“Menjadi lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam, berpandangan maju, mandiri, professional dan berwawasan global, tanpa kehilangan jati diri   

 sebagai bangsa Indonesia”.


Adapun visi Yayasan PKP DKI Jakarta, yakni :

Visi tersebut mengandung kata kunci “Lembaga Pendidikan” yang dijabarkan  sebagai berikut:

1.        Berbasis Agama Islam, berpedoman kepada Al-Quran dan Hadist sebagai nafas pergerakan dalam pelaksanaan pendidikan.

2.        Berpandangan maju, menciptakan iklim yang berorientasi kepada perkembangan zaman dengan iklim riset yang konsisten.

3.        Profesional, kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keilmuan serta pengalaman yang benar-benar menguasai dalam bidangnya.

4).    Berwawasan global, memiliki pandangan maupun sikap untuk konektivitas lintas negara sekaligus berkontribusi pada bumi yang berkelanjutan.

5).    Jati diri sebagai bangsa, sebuah sikap nasionalisme dalam mewujudkan sekaligus menunjukkan identitas Bangsa Indonesia di tengah era globalisasi.

 

B.  MISI YAYASAN

1).      Mengembangkan PKP sebagai lembaga pendidikan Islam yang terpercaya dan mampu menghasilkan kader pembangunan yang berkualitas.

2).      Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan secara terpadu dari tingkat pra-sekolah hingga ke pendidikan tinggi.

3).      Menciptakan suasana kampus yang berasrama, bernuansa Islami, berbudaya Indonesia dalam lingkungan yang tertib, indah, nyaman dan asri.

4).      Menggali dan mengembangkan sumber pendapatan yang lebih luas untuk  mencapai kemandirian.

5).      Mengembangkan sarana prasarana kampus dan membuka cabang di wilayah  lain.


C.  NILAI-NILAI DASAR

Pondok Karya Pembangunan (PKP) DKI Jakarta sebagai Lembaga pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai denga cita-cita nasional untuk meningkatkan mutu kehidupan serta martabat manusia yang berkarakter mulia berlandaskan iman dan taqwa. Dalam melaksanakan fungsinya Pondok Karya Pembangunan (PKP) DKI Jakarta berdasarkan pada nilai-nilai yang meliputi :

1).      Nilai-nilai Pancasila yang meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, musyawarah dan keadilan.

2).      Nilai-nilai keilmuan yang meliputi keingintahuan, imajinasi lintas batas, berfikir kritis, universalitas, objektivitas, berbasis riset, berdasakan fakta dan sistematis

3).      Nilai-nilai keislaman yang meliputi ketauhidan (KeEsaan Tuhan), Ummah (Hidup Bersama), Rahmah (Saling Mengkasihi), Musawah (Persamaan), Tafahum (Saling Pengertian), Takrim (Saling Menghormati), Fastabikhul Khoirot (Persaingan Sehat Dalam Berbuat Baik), Amanah (Kejujuran), Khusnudzon (Berfikir Positif), Tasamuh (Toleransi), Adl (Keadilan), Affwan (Pemaaf).

4).      Nilai-nilai dasar perjuangan yang diwarisi para pendiri PKP yakni: ketaudadanan, berfikir jauh kedepan atau forward looking, komitmen keumatan dan pemberdayaan masyarakat, menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

5).      Nilai-nilai organisasi yang meliputi program berkelanjutan, transparan, akuntabel, meningkatan kesejahteraan.

6).      Nilai-nilai dasar perjuangan yang meliputi semangat dalam budaya bekerja, adapun terdiri dari kompak, semangat, sinergi dan prestasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAGIAN 2

MENILAI LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL   

PKP DKI JAKARTA

 

 

A.      LOKASI PKP

Kampus PKP terletak di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan Ciracas Jakarta Timur. Secara Geografis, lokasi Kampus sangat strategis karena berada pada posisi yang berdekatan dengan daerah penyangga yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Daerah yang sangat dekat berbatasan dengan lokasi Kampus daerah Cilengsi (Bogor), Pondok Gede, Jatiwarna (Bekasi) dan Cimanggis (Depok). Secara khusus letak strategis lokasi Kampus PKP dapat digambarkan sebagai berikut :

1). Wilayah ini berdekatan dengan daerah kontsentrasi TNI yang secara keamanan cukup baik. Beberapa lokasi yang berada tidak jauh dari Kampus PKP adalah Markas besar TNI Cilangkap (3 KM), Kopasus (3 KM), Pusat Logistik Angkatan Darat (500 M).

2). Di Jalan Raya PKP dan Jalan Raya Bogor menjadi daerah industri dan perdagangan yang sudah berdiri lama. Beberapa perusahaan besar dan daerah perdagangan yang jaraknya masih dekat dengan PKP adalah PT. INDOMILK, PT. Khongguan, Panasonic. Secara sosiologis keberadaan industri dan pusat keramaian. Tentu akan mempengaruhi mobilitas, culture (budaya) dan kekerabatan.

3). Munculnya pemukiman pemukiman baru khususnya dengan pangsa pasar kelas menengah atas, menjadi potensi besar input calon peserta didik. Beberapa perumahan dan cluster yang cukup berkontribusi pada jumlah calon peserta didik antara lain, Citra Grand, Kota Wisata, Mahogani, Cibubur Residence dll.

4). Memilik nama jalan raya dengan dengan identitas nama kampus PKP.

5). Memilki setu atau danau PKP


B.       SEGMENTASI MASYARAKAT

Secara sederhana tipologi masyarakat dapat dibagi kedalam kelas bawah, menengah dan atas. Dalam tipologi yang lain Kotler (2009) membagi segmentasi kelas kedalam enam golongan yakni: 1) Kelas bawah-bawah, 2) Kelas bawah menengah, 3) Kelas menengah bawah, 4) Kelas menengah atas, 5) Kelas atas menengah, 6) Kelas atas-atas.

Dalam kurun waktu 47 tahun perjalanan PKP kelas sosial ekonomi yang mendaftar PKP mengalami perubahan. PKP yang awal berdirinya lebih banyak diminati kalangan menengah bawah dan masyarakat sekitar, telah bergeser ke masyarakat kelas menengah bawah dan kelas menengah atas. Meskipun secara perbandingan data orang tua peserta didik pada tahun berdirinya PKP tidak dimiliki,  tetapi dengan menggunakan data saat ini bisa dijadikan ukuran dan gambaran kelas sosial ekonomi yag mendaftar ke PKP.

 

Tabel 1.1.


Pekerjaan Orang Tua Peserta Didik Tahun 2022


Tabel 1.2.


Pendapatan Orang Tua Peserta Didik Tahun 2022

Pergeseran kelas sosial ekonomi ini tentu harus direspon oleh semua pemangku kepentingan agar PKP dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Dihimpun dari berbagai literatur Pendidikan dan informasi umum, para orang tua dari kalangan kelas menengah atas meminati sekolah yang memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut ;

a)  Jaminan mutu lulusan pendidikan

b)  Sekolah yang memiliki konsep,

c)  Melahirkan anak-anak yang berkarakter,

d)  Sekolah yang menyeimbangkan antara akademik dan non akademik,

e)  Memiliki fasilitas yang lengkap,

f)  Lingkungan yang nyaman dan aman,

g)  Adaptasi dengan teknologi baru,

h)  Pembelajaran Mutakhir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.       LINGKUNGAN KOMPETITIF

Di Jakarta Timur khususnya, belum banyak lembaga pendidikan Islam yang berkualitas tinggi dan lengkap dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi yang berada dalam satu kampus. Sekolah negeri maupun swasta yang berada di wilayah ini umumnya daya tampungnya kecil dan kualitasnya belum tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan mayoritas penduduk DKI Jakarta beragama Islam pada 2020, dengan total jumlah mencapai 9,42 juta penduduk. Jakarta Timur tercatat memiliki jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di DKI Jakarta sepanjang tahun lalu, yakni 2,86 juta penduduk. Jumlah pemeluk agama Islam DKI Jakarta terbanyak berikutnya berada di Jakarta Selatan, yakni 2,17 juta penduduk. Kemudian di Jakarta Barat sebanyak 1,94 juta penduduk.

Tabel 1.3

Data Statistik Perseberan Agama di DKI Jakarta


Melihat lingkungan yang sangat stategis dan kompetitif, kita juga tak melupakan Generasi Y yang mendominasi saat ini. Generasi Y adalah generasi  paling milenial di antara generasi XYZ. Hal ini karena gelombang pertama generasi Y adalah orang dewasa ketika pergantian milenium 2000-an. Mereka yang lahir pada generasi ini (1977 sampai 1994) dikenal juga sebagai milenial generation. Umumnya,  generasi ini memiliki ambisi yang kuat untuk menguasai semua bidang. Mereka juga dikenal sebagai generasi yang dapat diandalkan dalam pemanfaatan teknologi.

Jika dikembangkan, dengan kampus yang luasnya kurang lebih dari 18 hektar, PKP akan menjadi kompleks pendidikan terbesar dan terlengkap di Indonesia yang mampu menampung 5.000 siswa, santri dan mahasiswa. Kampus PKP DKI Jakarta terletak di pinggir Jalan Raya PKP yang menghubungkan Jalan Raya Bogor  dan Jalan Tol Jagorawi serta Jalan Tol JORR (Jakarta outer ring road). Lokasinya yang sangat strategis, dapat dicapai dengan mudah dari seluruh wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi. Dengan demikian, PKP DKI Jakarta akan mempunyai keunggulan kompetitif terhadap lembaga pendidikan yang ada.

D.        ANALISIS SWOT

Dalam merencanakan strategi dan menganalisis suatu masalah, kita  seringkali melihat beberapa faktor yang hadir di sekitar masalah tersebut lalu memetakannya satu per satu. Dari pemetaan hal-hal yang hadir dari rencana maupun permasalahan tersebut, maka secara perlahan kita akan menemukan  rencana yang tepat maupun cara penyelesaian masalah yang kita hadapi itu sendiri. Penggunaan metode perencanaan strategi maupun penyelesaian masalah yang  tepat akan mempermudah kita dalam menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi Salah satu cara terbaik yang dapat kita gunakan adalah memanfaatkan metode yang disediakan melalui rangkaian tahap dalam analisa SWOT. Analisis  SWOT adalah singkatan yang berasal dari empat elemen, yakni Strength yang berarti kekuatan, Weakness yang berarti kelemahan, Opportunities yang berarti kesempatan, dan Threats yang   berarti   ancaman. Apabila SWOT analisis kita gunakan untuk memotret PKP, maka saat ini PKP sedang mengalami sebuah proses transformasi pendidikan Islam yang berkualitas tinggi. Tren pendidikan Islam sedang mengarah kepada sebuah substansi akademik yang mengedepankan pada penguasaan terhadap kemampuan menghafal Quran (Tahfidz). Value sekolah Islam yang menjual kemampuan hafalan Quran sampai Juz ke-30 dipersepsikan secara positif dan diminati masyarakat. Kondisi ini tanpa disadari telah menggerus lembaga Islam yang hanya menjual kemampuan beragama secara minimal. Trend kedua yang muncul adalah munculnya sekolah Islam yang berfasilitas megah.

 

 

 

Berikut terinci sebagai analisis dan pemetaan kekuatan sampai ancaman:

 


BAGIAN 3

RENCANA STRATEGI PENDIDIKAN

 

 

A.      KONDISI SAAT INI

Bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai krisis dan perubahan besar, dan muara penyelesaiannya diharapkan akan melahirkan masyarakat baru yang lebih baik atau yang dikenal masyarakat modern. Menurut kemendikbud (2021) masyarakat modern merupakan golongan masyarakat yang orientasi hidup dan nilai kebudayaannya lebih terarah dimasa kini. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2022) adalah masyarakat yang perekonomiannya berdasarkan pasar secara luas, spesialisasi dibidang industri, dan pemakaian teknologi canggih. Inkeles menjabarkan ciri-ciri manusia dan masyarakat modern diantaranya ; Sikap mambuka diri pada hal-hal yang baru, Tidak terikat (bebas) terhadap ikatan institusi atau penguasa tradisional, menghargai ketepatan waktu, percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan, menghargai ketepatan waktu, melakukan segala sesuatu secara terencana.

Kiprah PKP DKI Jakarta dari masa ke masa telah dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Banyak lulusan PKP DKI Jakarta yang saat ini menjadi profesional, pengusaha, politisi, ulama dan mereka yang memilih di jalur hoby (seni, olahraga dll) Revolusi Indusri 4.0 adalah sebuah kondisi dimana pergerakan (mobilitas manusia) sangat ditentukan oleh perpaduan teknologi yang dapat mengurai sekat  dunia fisik, dunia digital dan biologi. Di era ini, dunia membutuhkan keterampilan  yang berbeda dibandingkan 25 tahun yang lalu. Yakni kemampuan berfikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking) dan kemampuan memecahkan masalah (Complex Problem Solving), kemampuan melakukan koordinasi, negoisasi, persuasi dan  mentoring (Social Skill), berfikir kritis (Critical Thinking), kolaborasi (Collaboration), kemampuan berfikir (Cognitive Abbility) dan inovatif (Innovative)

Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam, PKP harus merespon kondisi tersebut. PKP DKI Jakarta perlu memiliki dua kekuatan besar yakni sebagai pencetak lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, sains, tetapi juga menjadi penjaga moral bagi bangsa Indonesia melalui lulusan yang berakhlakul karimah. Dua kemampuan ini akan membawa keseimbangan yang membentuk profil  lulusan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional mengembangan manusia seutuhnya yaitu insan yang beriman serta bertaqwa kepada Tuhan YME serta berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan, keterampilan, kesahatan jasmani dan rohani, kepripadian yang mantab serta berdikari serta rasa tanggung jawab, serta kemasyarakatan dan kebangsaaan.

Dengan kondisi tersebut, maka PKP DKI Jakarta dituntut untuk melakukan perubahan besar agar dapat menyesuaikan perubahan dengan pendidikan pada era masyarakat baru ini. Perkembangan teknologi menantang PKP DKI Jakarta untuk bisa mengikuti zaman dan mengikuti terobosan cara-cara belajar dan mengajar yang lebih canggih dengan tanpa melupakan ruh pendidikan para pendidik.

PKP DKI Jakarta harus fokus pada pengembangan sumber daya manunia (Human Investman) sehingga para lulusannya memilki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan lulusan sejenis. Berdasarkan gambaran tersebut, maka rencana strategis ini dibuat yang memfokuskan pada arah pengembangan pendidikan PKP DKI Jakarta.

a).      Data Sekolah, Siswa, Guru

Dalam usianya yang ke 47 tahun, PKP telah berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu tersebut PKP mampu mengubah image dari sekolah papan bawah yang hanya diminati kalangan terbatas, menjadi sekolah unggulan dengan beragam prestasi.

Pada saat ini, pendidikan formal di PKP berjumlah sembilan satuan unit pendidikan. Dari mulai jenjang pra sekolah, pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Jumlah tersebut sangat mungkin akan bertambah dengan melihat kebutuhan dan tantangan kedepan. Sembilan satuan pendidikan tersebut adalah:

1). Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KB/TK)

 2). Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ)

3).  Madrasah Ibtidaiyah (MI)

4).  Madrasah Tsanawiyah (MTS) Fullday

5).  Sekolah Menengah Atas (SMA)

6).  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK PKP 1)

7).  Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pesantren Modern

8).  Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Modern

9).  Institut Kesehatan Teknologi (IKT) PKP DKI Jakarta.

 

TABEL 3.1.

JUMLAH KELAS DAN PESERTA DIDIK, SANTRI, MAHASISWA

NO

SATUAN PENDIDIKAN

JUMLAH

KELAS

JUMLAH SISWA / SANTRI /

MAHASISWA

1

KB/TK

7

118

2

TPQ

3

20

3

MI

22

585

4

MTs Fullday

9

231

5

SMA

27

886

6

SMK PKP 1

17

304

7

MTs Pesantren Modern

2

68

8

MA Pesantren Modern

1

30

9

IKT PKP Jakarta

17

212

 

TABEL 3.2.

KEADAAN FASILITAS FISIK PENDIDIKAN PKP TAHUN 2022

Satuan Unit

Ruang

TPQ

TK

MI

MTs

SMA

SMK

MTs & MA

Pesantren

IKT PKP

JAKARTA

Ruang Kelas

3

7

22

10

27

17

2

7

Ruang Praktek

/ Laboratorium

-

1

-

4

5

6

-

7

Ruang Kasek

-

1

1

1

1

1

2

1

Ruang Wakil

-

 

1

1

1

1

-

2

Ruang Guru

 

 

1

1

1

1

 

1

Ruang BK

 

 

1

1

1

1

1

1

Ruang UKS

 

1

1

1

1

1

1

1

Ruang

Serbaguna

 

1

1

1

1

1

1

1

Ruang OSIS

 

 

 

1

-

1

 

1

Ruang Seni &

Ekskul

 

 

1

-

1

-

 

 

Ruang PPDB

 

1

 

1

-

1

1

1

Ruang Tata

Usaha

 

1

1

1

1

1

1

1

Studio

 

 

 

1

1

1

 

 


Toilet

-

4

21

9

34

31

8

6

Dapur

 

1

1

1

1

1

1

3

Gudang

 

1

 

6

1

1

1

1

Ruang Penjaga

 

 

 

1

-

1

 

 

Kamar Santri

 

 

 

 

 

 

15

 

Kamar

Musrif/ah

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

TABEL 3.3

BRANDING SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI

No.

Satuan Unit

Branding

1

KB-TK

Setiap Anak Adalah Bintang

2

MI

Sekolah Berbasis Qurani

3

MTs

Sekolah Berbasis Kreativitas

4

SMA

Setiap Orang Adalah Juara

5

SMK

Techopreneurship Based School

6

Pesantren

Ayo Pondok

7

IKT PKP

Kampus Bernuansa Islam

 

 

TABEL 3.4.

BRANDING EVENT SEKOLAH DAN PENDIDIKAN TINGGI

No.

Satuan

 Unit

Branding Event

1

KB-TK

STAR KIDS
(Smart Talent and Ready Kids)

2

MI

GEMILANG

(Gebyar MI PKP Cemerlang)

3

MTs

ANIMASI

(Ajang Kreasi dan Seni Islami)

4

SMA

CARNIVAL

(Competition and Performance Art, Sport and Literation  Culture)

5

SMK

EDUFEST

(Education Festival)

6

Pesantren

SERASI

(Lomba Seni dan Kreasi)

7

IKT PKP

SEMINAR KESEHATAN dan TEKNOLOGI


b).      Proyeksi Lima Tahun Kedepan



 


 



 



c).       Data Alumni


 

d).      Profil Lulusan Peserta Didik PKP Jakarta Islamic School

Arah dan profil lulusan PKP didesain pada 5 dasar kemampuan. Konsep ini tentu harus diuraikan dengan narasi dan indikator yang lebih terukur dan aplikatif. Secara sederhana profil lulusan bisa digambarkan sbb :

 

No

Sasaran

Indikator

1

Akhlak

 

·         Melaksanakan sholat wajib 5 waktu

·         Mampu membaca Al-Quran

·         Memiliki hafalan juz ke-30

2

Sains

 

·         Melakukan identifikasi, mendapatkan pengetahuan baru

·         Memberi penjelasan terhadap fenomena ilmiah

·         Mampu menyimpulkan fenomena alam berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya

3

Leadership

 

·         Mengenalkan jati diri siswa sebagai khalifatullah fil ard (penguasa di bumi)

·         Berkarakter seorang pemimpin (Shidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah)

·         Berorganisasi

4

Kewirausahaan/ kreatifitas

 

·         Mampu berfikir luwes untuk memecahkan masalah

·         Menciptakan sesuatu dengan original

·         Berani mengambil keputusan

5

Bakat

·         Memiliki suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus

·         Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler

·         Menunjukkan prestasi dalam berbagai penampilan maupun kegiatan lomba

 

 

 

 

 

 

B.       ISU-ISU STRATEGIS

Dimasa depan tantangan yang dihadapi PKP sebagai pengelola lembaga pendidikan berbasis agama Islam semakin kompleks. Persaingan akan semakin ketat, baik sesama lembaga pendidikan yang berbasis Agama Islam maupun lembaga umum yang menyelenggarkan pendidikan yang setara. Dilain pihak masyarakat juga memiliki ekspektasi yang tinggi mengikuti dinamika kehidupan masyarakat yang menuntut adanya pendidikan yang berkuatitas.

Dalam ranah pendidikan secara umum, isu-isu nasional menyangkut pendidikan seringkali dipengaruhi oleh para pengambil kebijakan yang baru. Seiring dengan tantangan yamg bertumpu pada realitas pendidikan Indonedia yang masih rendah serta keinginan untuk mensejajarkan pendidikan kita dengan negara-negara maju di dunia maka lahirlah konsep-konsep pendidikan yang dapat diterapkan (applycable) dan humanis.

Mendikbud merilis sebuah kurikulum yang paling adaptif saat ini dengan tidak menghilangkan konsep awal pendidikan yang dirintis para pendahulu. Ada 4 hal utama dalam menghadapi perkembangan saat ini:

1). Kualitas pendidikan untuk semua

Komitmen pendidikan Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua golongan, bukan hanya disabilitas tapi juga kelompok marjinal yang rentan.

2). Teknologi digital dalam pendidikan

Akselerasi pemamfaatan teknologi digital di dunia pendidikan pasca pandemi serta bagaimana teknologi digital bisa menjadi jawaban atas permasalahan akses, kualitas, dan keadilan sosial dibidang pendidikan.

3). Solidaritas dan kemitraan

Gotong royong sebagai kearifan budaya Indonesia dimana jika kita melihat masalah dikomunitas kita dan itu bukan masalah kita tapi kita harus membantu.

4). Masa depan dunia kerja pascapandemi Covid 19.

Kebutuhan dunia kerja berubah pasca pandemi, kita harus berfikir ulang.

 

 

 

Pada abad ini terjadi perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi. Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini dapat memberikan peluang jika dapat dimamfaatkan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi ancaman jika tidak  dianstisipasi secara sistematis, terstruktur dan terukur.  Salah satu contoh perubahan mengenai pembelajaran, sekolah dapat mewadahi tumbuh kembang   peserta didik mengenai keterampilan di Abad 21, yakni :

1.        Confident, percaya diri, yakni kemampuan unjuk aksi dan rasa tanggungjawab atas tindakan dan karyanya.

2.        Critical thingking, berfikir kritis, yakni merujuk pada kemampuan analisis dan mempertanyakan informasi atau konten yang ditemukan di berbagai media.

3.        Creativity, kreativitas, yakni kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang segar, baik dalam hal seni, teknologi, juga mencetuskan solusi.

4.        Collaborative, kolaborasi, yakni kemampuan menciptakan sinergi lewat kerja sama dan menghasilkan nilai yang lebih besar daripada hasil kerja individu.

5.        Communication,   komunikasi,     yakni    keterampilan  untuk   menyampaikan informasi secara jelas, singkat dan padat.

 

Dengan mengacu kepada hal-hal penting yang senantiasa menjadi attention (perhatian) di lingkungan PKP DKI Jakarta, maka isu-isu strategis harus menjadi prioritas pengembangan PKP Jakarta kedepan. Identifikasi isu strategis ini didapatkan melalui ekstraksi dan gambaran kondisi riil yang terjadi dilapangan. Setidak-tidaknya ada 20 isu strategis di bidang pendidikan yakni:

1.         Penghayatan terhadap visi dan misi yayasan sebagai lembaga pendidikan Islam.

Diperlukan upaya terus menerus dalam berbagai cara dan metode agar seluruh warga PKP mampu memahami dan memaknai identitas PKP DKI Jakarta sebagai lembaga pendidikan berbasis agama Islam. Implementasi pengahayatan dapat dilakukan melalui kegiatan seremonial, pembelajaran, tampilan visual dan media lainnya.

2.         Jaminan mutu sekolah.

Penetapan jaminan mutu akan memberikan arah kepada sekolah untuk mengetahui skala prioritas dalam implementasi program dan pertanggungjawaban atas kinerja sekolah kepada publik (Yayasan, Orangtua, Dinas Pendidikan dan Masyarakat).

 

3.       Membangun branding PKP.

PKP DKI Jakarta sebagai lembaga pendidikan Islam harus secara optimal meningkatkan value (nilai) dibidang pendidikan agar terbentuk reputasi yang positif dikalangan masyarakat. Seluruh aktivitas yang dilakukan oleh yayasan PKP DKI Jakarta dan satuan kerja atau unit pendidikan harus berdampak terhadap peningkatan kualitas branding dengan cara melakukan sesuatu aktivitas yang berguna, berdampak luas dan berkesinambungan serta terukur.

 

4.       Akreditasi sekolah dan penerapan standar ISO 9001-2015.

Akreditasi sekolah menjadi salah satu tolak ukur bahwa Lembaga pendidikan tersebut telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen kependidikan yang sesuai dengan standar pemerintah. Penerapan standar ISO menjadi value yang dapat menguatkan kualitas kelembagaan secara internasional untuk manajemen mutu.

 

5.       Penguatan peran kepemimpinan sekolah dan calon pemimpian sekolah.

Kepala Sekolah adalah pemberi warna dan penentu kemajuan institusi yang dipimpinnya. Karena itu kualitas kepemimpinan sekolah harus terus dilatih dan dikembangkan secara optimal. Pemimpin sekolah di PKP harus menjadi role model dalam keteladanan, kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan dan sosial sesuai ketentuan Permendiknas No. 13 Tahun 2007.

 

6.       Sinergi dan kolaborasi program antar sekolah di PKP.

Yayasan yang terdiri dari berbagai macam satuan pendidikan perlu adanya sinergi untuk mewujudkan ketercapaian visi dan misi Yayasan PKP melalui berbagai macam aktivitas, kerjasama dan kegiatan bersama yang bersifat kolaboratif. Yayasan juga memfasilitasi agar perasaan ego karena merasa lebih unggul dan berkontribusi besar tidak terjadi di lingkungan PKP. PKP harus mengarahkan agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan memiliki semangat untuk saling mendukung agar satuan pendidikan maju bersama.

 

 

7.       Peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Kompetensi dan kemampuan guru harus selalu ditingkatkan dengan cara aktif dalam kegiatan KKG/MGMP dan ikut pelatihan baik yang diselenggarakan oleh sekolah, PKP maupun diluar sekolah.

 

8.       Penguasaan, adaptasi dan pemamfaatan teknologi digital.

SDC atau Smart Digital Classroom merupakan kebijakan Yayasan PKP agar dapat diimplematasikan secara baik di sekolah maupun dikelas. Pemamfaatan teknologi digital oleh para guru merupakan hal yang harus dipelajari terus menerus karena perkembangan teknologi selalu berkembang setiap saat.

 

9.       Pemberdayaan perpustakaan dan optimalisasi perpustakaan digital

Perpustakaan harus didesign menjadi sarana peningkatan minat baca peserta didik untuk kemampuan literasi. Seiring dengan perkembangan zaman dan berubahnya konsep perpustakaan, maka perpustakaan PKP kedepan, sebagaimana panduan Pengpov DKI Jakarta tentang perpustakaan harus menjadi pusat syaraf lokal untuk informasi, penuh dengan web terminal, tempat peserta didik berkarya dan bahkan mengajar sesama sekaligus tempat co-working dan kolaborasi proyek bersama.

 

10.   Penetapan substansi kurikulum kekhasan (BTQ dan Tahfidz)

PKP menggunakan kurikulum nasional dengan tambahan komponen kurikulum kekhasan keislaman. Adanya kurikulum kekhasan tersebut diharapkan para lulusan PKP menjadi pembeda dengan sekolah umum yang sejenis. Kopetensi dasar dalam kurikulum kekhasan yang harus dikuasai oleh seluruh lulusan PKP yakni harus bisa baca tulis quran dan setidak-tidaknya menguasai juz ke 30 untuk sekolah fullday dan 3 juz untuk sekolah berasrama.

11.   Seni sebagai sarana pembentukan kreatifitas dan promosi

Aspek seni menjadi penting bagi PKP karena sejalan dengan arah PKP yang menyeimbangkan antara pendidikan akademik dan non akademik. Seni mampu memberikan olar rasa yang positif dan penuh kegembiraan serta menunjang kreatifitas peserta didik. Disisi lain seni juga menjadi media promosi yang sangat efektif bila dilakukan dengan tahapan layak tonton, layak tampil dan layak jual.

 

12.   Pembelajaran berbasis riset

Guru diarahkan agar para siswa dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang dipelajarinya. Sekolah dengan paradigm riset akan membantu karakter guru untuk berfikir saintifik dalam penyusunan RPP, PTK atau karya ilmiah dan karakter peserta didik untuk aktif membaca dan menulis.

 

13.   Penerapan Teaching Factory dan Co-Branding SMK

Senantiasa bekerjasama dengan berbagai industri baik barang maupun jasa agar dapat menjadi guru tamu bagi siswa SMK dan mendekatkan diri kepada industri agar meningkatkan daya serap lulusan di dunia kerja dan meningkatkan citra SMK di masyarakat. Diharapkan peserta didik mampu menjadi enterpreneurship sesuai dengan slogannya.

 

14.   Peningkatan kualitas input calon peserta didik

Diharapkan terjadi peningkatan kualitas input dengan cara seleksi masuk peserta didik, kesiapan belajar maupun kemampuan akademik.

 

15.   Peningkatan mutu lulusan

Dengan berbagai program pembelajaran dan persiapan mengahadapi ujian akhir, target Perguruan Tinggi Negeri (PTN), serta program munaqosah hafalan juz ke-30. Kualitas lulusan peserta didik akan meningkat dari waktu ke waktu.

 

16.   Keterserapan siswa dalam dunia kerja

Dalam hal ini dititik beratkan untuk satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar peserta didik yang lulus sebanyak-banyak dapat terserap di dunia kerja dengan cara MoU dengan berbagai perusahaan dan peningkatan kemampuan kopetensi dan keterampilan serta mendapatkan sertifikat keahlian.

 

17.   Peningkatan input calon pendidik dan tenaga pendidikan

Mengadakan seleksi yang berkualitas dengan cara menjaring sebanyak- banyaknya calon pendidik dan tenaga kependidikan agar mendapatkan hasil yang lebih berkualitas.

 

18.   Kesinambungan dan keberlajutan pendidikan di PKP DKI Jakarta

Peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan yang lebih rendah diarahkan dan diharapokan dapat lanjut sekolah ke satuan pendidikan yang lebih tinggi. Perlu peran serta dari segenap guru dan karyawan agar dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi para peserta didik di lingkungan PKP.

 

19.   Pemberdayaan alumni

Alumni Sekolah/Madrasah dapat memberikan sumbangsih bagi sekolah di PKP DKI Jakarta berupa ide, gagasan, dana dan tindakan untuk dapat meningkatkan citra baik di masyarakat.

 

20.   Promosi berkelanjutan yang terukur dan efektif

Mengoptimalkan penetapan tujuan pemasaran sebagai sarana publisitas, kampanye pemasaran, manajemen performa, dan pengembangan unit pendidikan yang mengacu pada konsep SMART, Specific (Spesifik), Measurable (Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant (Relevan) dan Time-bound (Berbatas Waktu).

 

C.       TANTANGAN KE DEPAN

Dimasa depan tantangan yang dihadapi PKP sebagai lembaga pendidikan semakin kompleks. Persaingan akan semakin ketat, baik sesama lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya. Selain itu, tuntutan masyarakat semakin tinggi dengan selera dan kecenderungan yang semakin modern. Menurut Arie deGeus seperti dikutip oleh Jann Hidajat T (2006) ada 4 karakteristik yang ditemukan pada perusahaan yang berumur panjang, yaitu :

1). Sensitif terhadap lingkungan : yang direpresentasikan pada kemampuan perusahaan untuk belajar dan beradaptasi, menyesuaikan diri dengan arah perubahan lingkungan bisnisnya.

 

 

 

2). Memiliki identitas/jati diri yang kuat : yaitu kemampuan perusahaan untuk membangun integritas atau jati diri, yang melekat dan tergambar pada sikap dan perilaku para anggota komunitasnya sehari-hari, sehingga tumbuh sense of belonging yang tinggi terhadap perusahaannya.

3). Memiliki seikap toleran terhadap perbedaan dan mampu melaksanakan proses desentralisasi kewenangan berdasarkan rasa saling percaya : yaitu memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai entitas yang berbeda, baik diantara anggota organisasi maupun dengan institusi di luar perusahaan.

4). Melaksanakan manajemen investasi yang rasional : yaitu melaksanakan kebijakan penggunaan uang (khususnya investasi yang berasal dari hutang) dengan hati-hati dan didasarkan pada rasionalitas, bukan spekulasi. Kalaupun terpaksa mereka melakukan pinjaman untuk investasi, mereka sedah menganalisis dengan cermat dan akan disiplin untuk dapat mengembalikan pinjaman atau cicilannya dengan tepat waktu.

 

Untuk merespon semua itu PKP harus memberdayakan semua potensi dan kemampuan yang ada secara professional. Dalam upaya menata masa depan PKP melakukan langkah-langkah pembenahan secara berkelanjutan dan menyiapkan generasi EMAS, yaitu Enerjik, Multi talenta, Aktif dan Spiritual.

Dengan langkah-langkah pengelolaan dan menyiapkan generasi EMAS, maka PKP optimis dalam menata masa depannya. Rasa optimis inilah beralasan PKP memiliki semua potensi dan sumber daya manusia serta tata kelola manajemen yang memadai. Untuk mendukung hal tersebut, komponen pembiayaan menjadi perhatian. Yayasan memperhatikan kesejahteraan guru dan karyawan agar mereka konsentrasi dan sepenuh hati dalam memberikan layanan pendidikan. Sarana dan prasarana secara berkelanjutan disediakan dalam lingkungan pembelajaran yang aman, asri dan nyaman. Kondisi ini telah memberikan kontribusi dalam peningkatan prestasi peserta didik.

 

 

 

 

 

 

Ditengah persoalan tersebut, saat ini PKP dihadapkan pada Revolusi Indusri 4.0 yang mengubah banyak  hal. Revolusi industri mengubah hal-hal mendasar, perubahan tersebut bedampak pada berbagai aspek kehidupan, pola interaksi, cara kerja dan sebagainya. Merujuk pada aspek table kebutuhan Abad 21 dalam buku transformasi pendidikan di DKI Jakarta sampai dengan tahun 2027 dijelaskan hal sebagai berikut :

 

Aspek

Abad ke 21

Kemampuan Dasar

:

Kemampuan berfikir konseptual dan kreatif

Cara Kerja

:

Industri kreatif, melihat potensi, memahami

kebutuhan, menghasilkan karya yang spesifik

Cara Produksi

:

Produksi beragam sesuai segmen

Cara Relasi

:

Diskusi dan dialog terbuka antara satu dengan

banyak pihak

Capaian

:

Siapa berkarya dan siapa bermanfaat yang akan

mendapatkan pengakuan


BAGIAN 4

ARAH KEBIJAKAN

A.      STRATEGI PENGEMBANGAN

Merujuk pada visi dan misi Yayasan PKP JIS, maka arah pengembangan pendidikan dilingkungan PKP adalah :

1).     Menyiapkan peserta didik yang lulusannya berakhlakul karimah, menguasai sains (Ilmu pengetahuan umum dan agama), memiliki karakter dasar seorang pemimpin, menunjukan jiwa kewirausahaan dan mampu mengembangkan bakat.

2).     Menciptakan suasana pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran, kreativitas, nasionalisme, keterbukaan, kepatuhan pada aturan dan cinta ilmu.

3).     Memfasilitasi peserta didik yang mampu berkompetisi dalam unjuk prestasi/lomba (Akademik dan Non Akademik) di level lokal, regional, nasional dan internasional.

4).     Diterapkannya jaminan mutu sebagai bentuk pertanggung jawaban kualitas lulusan.

5).     Organisasi sekolah yang efektif, efisiensi dan berbasis manajemen pengetahuan dengan penerapan fungsi kontrol yang tegas dan terarah.

6).     Membudayakan literasi menulis dan membaca sebagai bekal softskill.

 

 

B.       KERANGKA REGULASI DAN KELEMBAGAAN

Kerangka Regulasi Pendidikan Dalam rangka mencapai mutu pendidikan yang berkualitas dilingkungan PKP maka kendali mutu dilakukan secara berjenjang dengan tugas yang berjenjang (cari tupoksi dikdasmen, ketua umum/ketua yang membidangi pendidikan dan sekolah)


 

 

C.       STRATEGI PENTAHAPAN


Adapun indikator pentahapan sebagai implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan (Konsep sesuai kebutuhan diambil dari buku sistem penjaminan mutu internal karya Ridwan A Sani dkk).

 

 

 

 

 

 

Selama periode 2017 s.d. 2022 terdapat beberapa kebijakan yang saling terus berkait dan memerlukan penanganan. Regulasi-regulasi baru pemerintah daerah dan provinsi yang harus diantisipasi di tahun 2022 - 2024. Selain itu kondisi pasca covid dan suasana pembelajaran 2 tahun dengan online masih berkonstribusi terhadap kualitas pembelajaran offline. Beberapa isu, kebijakan dan regulasi yang harus diantisipasi adalah :

1.        Penetapan dan pembatasan usia masuk kejenjang pendidikan selanjutnya di DKI Jakarta.

2.        Regulasi Pemerintah yang membuka kran terbuka para guru meningkatkan  karir dan penghasilan untuk menjadi guru P3K.

3.        Regulasi Pemerintah agar sekolah menerapkan kurikulum merdeka belajar dan menjadi sekolah penggerak dan SMK Pusat Keunggulan.

4.        Kebijakan digitalisasi Yayasan

5.        Optimalisasi PPDB/ Ketercapaian PPDB / PSB / PMB

6.        Kebijakan model dan substansi materi tes masuk perguruan tinggi negri.

7.        Kaderisasi pemimpin sekolah.

8.        Peningkatan secara terus menerus value sekolah

9.        Peningkatan Sumber daya manusia.

 

Atas dasar itu maka dalam kurun waktu 2022 s.d. 2024 aktivitas utama yang dilakukan PKP di Bidang Pendidikan adalah :

1.        Merancang sistem PPDSMB yang lebih berkualitas, berkelanjutan, terintegrasi dan terpenuhi target sesuai jadwal.

2.        Penerapan dan pemantapan Digitalisasi pembelajaran disemua unit.

3.        Menerapkan kurikulum merdeka belajar dan mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah penggerak/Pusat keunggulan.

4.        75 % lulusan hafal juz ke 30.

5.        Menyiapkan proses pembelajaran dan pendalaman materi yang sesuai dengan regulasi tes masuk PTN.

6.        Melakukan aktivitas / kegiatan / pembelajaran yang terintegrasi dengan peningkatan penghayatan terhadap visi dan misi Yayasan.

7.        Implementasi jaminan mutu sekolah dengan target minimal ketercapaian 80 %.

8.        Penguatan peran kepemimpinan Kepala Sekolah dan Calon Kepala Sekolah.

9.        Penguatan branding sekolah.

10.    Keterserapan lulusan SMK didunia kerja pada institusi/perusahaan yang sesuai.

11.    Pemenuhan infrastruktur dasar sekolah dan modernisasi alat praktik.

12.    Penyusunan konsep blue print arah pengembangan pendidikan PKP kedalam kurikulum operasional sekolah.

13.    Pengembangan dan pembinaan SDM Pendidik dan tenaga kependidikan.

14.    Penilaian Kepala Sekolah, Pendidik dan tenaga kependidikan berbasis KPI/OKR. Pendirian TK Non-formal (KB/Penitipan)

 

Dalam blue print transformasi pendidikan di DKI Jakarta dan keberlanjutan kebijakan PKP, maka isu utama/ peta jalan utama adalah :

1.        Penguatan pembelajaran sains, teknologi, tehnik dan matematika.

2.        Inovasi diberbagai bidang

3.        Menciptakan budaya unggul dalam profesionalitas.

4.        Memperkuat kelembagaan secara berkelanjutan.

5.        Memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam pendidikan.

6.        Pemenuhan kebutuhan infrastruktur untuk pemenuhan masa depan.

7.        Kolaborasi industri dan sekolah kejuruan.

8.        Pengembangan pesantren sebagai wajah baru Pendidikan di PKP.

9.        100 % lulusan hafal minimal 2 juz.

10.    100 % diterapkannya jaminan mutu.

11.    PKP sebagai pusat pembelajatan satuan pendidikan dari luar.

12.    100 % penerapan kurikulum merdeka belajar.

13.    Standarisasi Kepala Sekolah, Pendidik dan tenaga kependidikan.

 

Atas dasar itu maka dalam kurun waktu 2025 - 2027 aktivitas utama yang dilakukan PKP adalah :

1.        Penerapan pembelajaran unggul dibidang sains

2.        Menciptakan dan membangun ruang inovasi diberbagai bidang yang diakui.

3.        Terciptanya budaya kerja unggul didunia pendidikan dengan standar yang terukur

4.        Secara kelembagaan semua unit PKP terakreditasi A, berstandar ISO 9001:2015 dan atau menerapkan konsep TQM.

5.        100 % peserta didik kelas akhir hafal minimal 2 juz.

6.        Pesantren PKP memiliki santri dengan total 25 % dari jumlah peserta didik regular

7.        Meningkatnya institusi pasangan (Dudi) yang berkualitas dan sesuai dan terciptanya kolaborasi positif dengan banyak perusahaan.

8.        PKP menjadi pusat pembelajaran untuk penerapan pembelajaran inovatif, penerapan manajemen kepemimpinan kasek, branding sekolah, kegiatan akademik dan non akademik.

9.        100 % jaminan mutu terlaksana dan akuntabel.

10.    Peserta didik, pendidik dan pimpinan sekolah menghasilkan karya literasi layak jual.

11.    Semua satuan unit sekolah berada pada rangking 50-75 di DKI Jakarta.


BAGIAN 5

PELAKSANAAN RENTRA

A.      MONITORING

Monitoring dilakukan secara waktu nyata (real time) melalui kunjungan ke satuan unit pendidikan melalui assesmet yang telah di sosialisasikan terlebih dahulu dan mengacu kepada rensta ini. Monitoring dilakukan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. Monitoring paruh waktu berguna untuk mengetahui langkah- langkah korektif apa yang perlu diambil berdasarkan hasil pembanding antara rencana dan implementasi, sekaligus memberikan waktu yang cukup untuk mengimplementasikan koreksi-koreki tersebut.

 

B.       EVALUASI

Rencana Strategis

PKP                                                               

(Renstra)

Kunjungan Satuan

Unit Pendidikan

(PKKS, Visitasi BTQ)

Monitoring

                           Implementasi

Evaluasi Paruh

Waktu

Rencana Kerja

& Anggaran Tahunan


Evaluasi ditindaklanjuti sebagai stimulus atas implementasi yang sudah berjalan berupa penilaian tingkat keberhasilan dari pelaksanaan renstra. Hasil dari evaluasi akhir ini tentunya dapat menjadi bahan utama bagi penyusunan laporan pertanggungjawaban Direktorat Pendidikan Dasar dan Mengengah (DIKDASMEN) PKP Jakarta pada akhir masa jabatannya dan landasan untuk penyusunan renstra berikutnya. Skema monitoring dan evaluasi yang dijabarkan ini tentunya tetap dilaksanakan dalam koridor yang sesuai dengan rapat kerja Yayasan PKP DKI Jakarta.

 

 

BAGIAN 6

PENUTUP

 

A.     SARAN DAN MASUKAN

Pada saat paparan Renstra Pendidikan ini dihadapan para Ahli dan pengurus Yayasan PKP beserta Kepala Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Rabu, 12 Oktober 2022 di ruang rapat Yayasan PKP Lantai 3 didapatkan masukan sebagai berikut :

1.      Rencana Strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan suatu organisasi yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai yang biasanya 5 tahun dan didalamnya dijelaskan mengena1 strategi atau arahan sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

 

2.      Pemerintah telah menyusun renstra pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22  Tahun  2020  tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

 

3.      Tujuan penyusunan renstra adalah sebagai acuan dalam mengoperasionalkan rencana kegiatan dengan membuat beberapa substansi utama, antara lain: visi dan misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dilengkapi dengan tugas dan fungsi masing-masing stakeholder.

 

4.      Manfaat renstra bagi PKP adalah sebagai kerangka dasar bagi perencanaan­ perencanaan dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan pendidikan yang diselenggarakannya untuk membantu dan mengembangkan strategiyang efektif, dan menciptakan prioritas.

­­

5.      Sistematika rentra umumnya meliputi

(a) pendahuluan;

(b) visi, misi, dan tujuan;

(c) arah kebijakan, strategi, kerangka regulasi, dan kerangka kelembagaan;

(d) target kinerja dan kerangka pendanaan; dan

(e) penutup.

 

6.      Tantangan layanan penyelenggaraan pendidikan PKP,diantaranya:

a.      Meningkatkan kuantitas peserta dldik pada satuan pendidikan tertentu,

b.      Menstranfdtmasi        pembelajaran sebagai            beban  menjadi           pembelajaran sebagai pengalaman menyenangkan dan berkualitas,

c.       Meningkatkan kualitas kompetensi dan kesejahteraan guru dan karyawan,

d.      Memanfaatkan perkembangan teknologi infomasi dalam pembelajaran dan layanan pendidikan.

e.      Meningkatkan karakter/akhlak mulia melalui pembiasaan menjadi budaya pendidikan,

f.        Optimalisasi kegiatan ekstra-kurikuler, agama, olah raga dan kesenian,

g.      Meningkatkan kualitas            profil   pelajar dan      alumni PKP      yang    lslami sebagaimana frasa cerdas, takwa dan berbudaya.

 

7.      Tata nilai substantif yang menjadi konsen PKP meliputi:

a.      lntegritas,keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.

b.      Kreatif dan lnovatif Nilai, memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.

c.       lnisiatif, kemampuan bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan.

d.      Menjadi manusia pembelajar, ikhtiar untuk selalu berusaha mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.

e.      Menjunjung Meritokrasi , berarti menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan bagi guru dan karyawan yang kompeten.

f.        Proaktif, terlibat aktif dan senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

g.      lkhlas, bekerja dengan tulus ikhlas dan penuh dedikasi.

h.      Kolaboratif, kemampuan kerjasama dengan semua pihak.

i.        Berpikir kritis, mampu menggunakan rasio dalam menerima informasi.

 

8.      Sasaran Strategis Pendidikan PKP

a.      Meningkatkan kuantitas peserta didik satuan pendidikan tertentu,

b.      Meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis digital,

c.       Modernisasi sarana  pendidikan  dan  penataan        gedung  yang   memenuhi kaidah arsitektur kekinian.

d.      Meningkatkan kompetensi     guru     dan      karyawan        melalui pemberian kesempatan memperbaharui  kompetensi diri / pendidikan lebih tinggi.

e.      Membiasakan  penggunaan  bahasa  Arab     dan bahasa      lnggris  pada  hari tertentu diPesantren Modem PKP,

f.        Meningkatkan jumlah lulusan SMA diterima di PTN,

g.      Meningkatkan  kemampuan tahfiz  Alquran juz         30        untuk semua lulusan sekolah dan madrasah,

h.      Meningkatkan persentasellulusan SMK dan IKT memasuki dunia kerja,

i.        Meningkatkan persentase lulusan satuan pendidikan PKP untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggidilingkungan PKP.

 

9.      Memasukkan Kebijakan PKP dalam Renstra

 

10.  Menjadikan budidaya magot tempat wisata/rekreasi di Kampus PKP

 

11.  Dapat dibuat instrumen dan indikator yang valid untuk dipedomani

 

12.  Renstra Pendidikan bisa dijadikan bahan raker Yayasan PKP

 

13.  Dikdasmen sebagai thinktank untuk menjadi learning organitation

 

B.      PENUTUP

Demikianlah renstra (rencana strategis) pendidikan yang telah disusun berdasarkan kajian oleh tim perumus, tim ahli eksternal dan Pengurus Yayasan PKP DKI Jakarta yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang tahun 2022-2027.

Mudah-mudahan dengan selesainya renstra ini bisa menggambarkan arah kebijakan pendidikan dilingkungan Yayasan PKP DKI Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar