Rencana Strategis (Renstra) dibidang pendidikan
ini, dapat dipahami sebagai panduan
dan desain yang menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan di PKP DKI Jakarta tahun 2022 – 2027. Renstra
ini juga dapat dijadikan tolak ukur perjalanan PKP dalam mengembangkan
pendidikan, baik keberhasilannya, kondisi riil,
masalah yang dihadapi dan tantangan ke depan. Lima tahun ke depan dunia pendidikan bersentuhan dengan isu-isu
penting yang harus dihadapi.
Pertama PKP harus mampu menghadapi dan mendesain pendidiknya agar bisa mengantisipasi Era VUCA yaitu Volatility,
Uncertainty, Complexity dan
Ambiguity. Adapun Era VUCA
yang dimaksud (Volatility) sendiri
diartikan sebagai munculnya tantangan
baru yang penyebabnya sulit ditentukan, (Uncentainty) ketidakpastian, (Complexity) munculnya pesaing baru, gangguan teknologi, perubahan
pola konsumsi, regulasi yang kompleks,
(Ambiguity) membingungkan dalam menghadapi dilema dan tidak tahu jawaban pasti.
Kedua, munculnya konsep kurikulum dan pembelajaran merdeka
belajar yang akan melahirkan peserta didik yang menghendaki model
belajar yang lebih manusiawi, penuh
kebebasan dan cara-cara
yang tidak biasanya.
Ketiga, PKP perlu mengantisipasi munculnya
sekolah-sekolah berbasis islam yang lebih
segmented, fokus dan modern, terutama dalam konsep dan profil
lulusannya.
Keempat, lahirnya satuan pendidikan baru
berbasis pesantren di Yayasan PKP DKI Jakarta yang butuh dukungan
dan arah pengembangan untuk memajukannya.
Pendidikan PKP harus berbenah dan responsif terhadap 4 (empat) kondisi di atas. Dengan kondisi riil hari
ini dan melihat tantangan ke depan, Renstra ini dibuat
sebagai acuan pengembangan pendidikan di PKP.
A.
VISI YAYASAN
|
“Menjadi lembaga pendidikan yang berbasis
agama Islam, berpandangan maju,
mandiri, professional dan berwawasan global, tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia”. |
Adapun visi Yayasan PKP DKI Jakarta, yakni :
Visi
tersebut mengandung kata kunci “Lembaga
Pendidikan” yang dijabarkan sebagai berikut:
1.
Berbasis Agama Islam, berpedoman
kepada Al-Quran dan Hadist sebagai nafas pergerakan dalam pelaksanaan pendidikan.
2.
Berpandangan maju, menciptakan iklim yang berorientasi kepada perkembangan zaman dengan iklim riset yang konsisten.
3.
Profesional, kemampuan untuk bertindak
sesuai dengan keilmuan
serta pengalaman yang benar-benar menguasai dalam bidangnya.
4).
Berwawasan global, memiliki
pandangan maupun sikap untuk konektivitas lintas negara sekaligus
berkontribusi pada bumi yang berkelanjutan.
5).
Jati
diri sebagai bangsa, sebuah sikap nasionalisme dalam mewujudkan sekaligus
menunjukkan identitas Bangsa Indonesia di tengah era globalisasi.
B. MISI YAYASAN
1).
Mengembangkan PKP sebagai lembaga
pendidikan Islam yang terpercaya dan mampu menghasilkan kader pembangunan yang berkualitas.
2).
Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan secara terpadu dari tingkat
pra-sekolah hingga ke pendidikan tinggi.
3).
Menciptakan suasana kampus yang berasrama, bernuansa
Islami, berbudaya Indonesia dalam lingkungan yang tertib, indah, nyaman dan asri.
4).
Menggali dan mengembangkan sumber pendapatan yang lebih luas untuk mencapai kemandirian.
5).
Mengembangkan sarana prasarana kampus dan membuka
cabang di wilayah lain.
C. NILAI-NILAI DASAR
Pondok Karya Pembangunan (PKP) DKI Jakarta
sebagai Lembaga pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan
untuk mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan
Republik Indonesia sesuai denga cita-cita nasional untuk meningkatkan mutu kehidupan serta martabat manusia
yang berkarakter mulia berlandaskan iman dan taqwa. Dalam melaksanakan
fungsinya Pondok Karya Pembangunan (PKP) DKI Jakarta
berdasarkan pada nilai-nilai yang meliputi :
1).
Nilai-nilai Pancasila yang meliputi
nilai-nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan,
kerakyatan, musyawarah dan keadilan.
2).
Nilai-nilai keilmuan yang meliputi
keingintahuan, imajinasi lintas batas, berfikir kritis, universalitas, objektivitas, berbasis riset, berdasakan fakta dan sistematis
3).
Nilai-nilai keislaman yang meliputi
ketauhidan (KeEsaan Tuhan), Ummah (Hidup Bersama),
Rahmah (Saling Mengkasihi), Musawah (Persamaan),
Tafahum (Saling Pengertian), Takrim
(Saling Menghormati), Fastabikhul Khoirot (Persaingan Sehat Dalam Berbuat Baik), Amanah (Kejujuran),
Khusnudzon (Berfikir Positif), Tasamuh (Toleransi), Adl (Keadilan), Affwan (Pemaaf).
4).
Nilai-nilai dasar perjuangan yang
diwarisi para pendiri PKP yakni: ketaudadanan,
berfikir jauh kedepan
atau forward looking, komitmen
keumatan dan pemberdayaan masyarakat, menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
5).
Nilai-nilai organisasi yang meliputi
program berkelanjutan, transparan, akuntabel, meningkatan kesejahteraan.
6).
Nilai-nilai dasar perjuangan yang meliputi semangat
dalam budaya bekerja,
adapun terdiri dari kompak, semangat,
sinergi dan prestasi.
BAGIAN 2
MENILAI LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL
PKP DKI JAKARTA
A.
LOKASI PKP
Kampus PKP terletak di Jalan Raya Kelapa Dua
Wetan Ciracas Jakarta Timur. Secara
Geografis, lokasi Kampus sangat strategis karena berada pada posisi yang berdekatan dengan daerah penyangga yang
memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup
baik. Daerah yang sangat dekat berbatasan dengan lokasi Kampus daerah Cilengsi (Bogor), Pondok Gede, Jatiwarna
(Bekasi) dan Cimanggis (Depok). Secara khusus letak strategis lokasi Kampus PKP dapat digambarkan sebagai berikut :
1). Wilayah
ini berdekatan dengan daerah kontsentrasi TNI yang secara keamanan cukup baik. Beberapa lokasi yang berada
tidak jauh dari Kampus PKP adalah Markas
besar TNI Cilangkap (3 KM), Kopasus (3 KM), Pusat Logistik Angkatan Darat (500 M).
2). Di Jalan Raya PKP dan Jalan Raya Bogor menjadi daerah industri dan perdagangan
yang sudah berdiri lama. Beberapa perusahaan besar dan daerah perdagangan yang jaraknya masih dekat
dengan PKP adalah PT. INDOMILK, PT. Khongguan, Panasonic. Secara sosiologis keberadaan industri dan pusat keramaian. Tentu akan mempengaruhi mobilitas, culture (budaya)
dan kekerabatan.
3). Munculnya
pemukiman pemukiman baru khususnya dengan pangsa pasar kelas menengah
atas, menjadi potensi
besar input calon peserta didik. Beberapa perumahan
dan cluster yang cukup berkontribusi pada jumlah calon peserta didik antara lain, Citra Grand, Kota Wisata,
Mahogani, Cibubur Residence dll.
4). Memilik
nama jalan raya dengan dengan
identitas nama kampus PKP.
5). Memilki setu atau
danau PKP
B.
SEGMENTASI MASYARAKAT
Secara sederhana tipologi masyarakat dapat
dibagi kedalam kelas bawah, menengah
dan atas. Dalam tipologi yang lain Kotler (2009) membagi segmentasi kelas kedalam enam golongan yakni: 1) Kelas bawah-bawah, 2) Kelas bawah menengah, 3) Kelas menengah
bawah, 4) Kelas menengah atas, 5) Kelas atas menengah, 6) Kelas atas-atas.
Dalam kurun waktu 47 tahun perjalanan PKP kelas sosial ekonomi yang mendaftar PKP mengalami perubahan. PKP yang awal berdirinya lebih banyak diminati
kalangan menengah bawah dan masyarakat sekitar, telah bergeser
ke masyarakat kelas menengah
bawah dan kelas menengah atas. Meskipun secara
perbandingan data orang tua peserta didik pada tahun berdirinya PKP
tidak dimiliki, tetapi dengan menggunakan data saat ini
bisa dijadikan ukuran dan gambaran kelas sosial ekonomi yag mendaftar
ke PKP.
Tabel 1.1.
Pekerjaan Orang Tua Peserta Didik
Tahun 2022
Tabel 1.2.
Pendapatan Orang Tua Peserta Didik Tahun
2022
Pergeseran kelas sosial ekonomi ini tentu harus direspon oleh semua pemangku
kepentingan agar PKP dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Dihimpun dari berbagai literatur Pendidikan dan informasi umum, para
orang tua dari kalangan kelas
menengah atas meminati sekolah yang memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut ;
a) Jaminan mutu lulusan pendidikan
b) Sekolah yang memiliki konsep,
c) Melahirkan anak-anak
yang berkarakter,
d) Sekolah yang menyeimbangkan antara akademik dan non akademik,
e) Memiliki fasilitas yang lengkap,
f) Lingkungan yang nyaman dan aman,
g) Adaptasi dengan
teknologi baru,
h) Pembelajaran Mutakhir.
C.
LINGKUNGAN KOMPETITIF
Di Jakarta Timur khususnya, belum banyak
lembaga pendidikan Islam yang berkualitas
tinggi dan lengkap dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi yang berada dalam satu kampus.
Sekolah negeri maupun
swasta yang berada
di wilayah ini umumnya
daya tampungnya kecil dan kualitasnya belum tinggi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan mayoritas penduduk DKI Jakarta beragama Islam pada 2020, dengan
total jumlah mencapai 9,42 juta
penduduk. Jakarta Timur tercatat memiliki jumlah penduduk beragama
Islam terbanyak di DKI Jakarta
sepanjang tahun lalu, yakni 2,86 juta penduduk. Jumlah pemeluk agama Islam DKI
Jakarta terbanyak berikutnya
berada di Jakarta Selatan, yakni 2,17
juta penduduk. Kemudian di Jakarta Barat sebanyak 1,94 juta penduduk.
Tabel 1.3
Data Statistik Perseberan Agama di DKI Jakarta
Melihat lingkungan yang sangat stategis
dan kompetitif, kita juga tak melupakan Generasi
Y yang mendominasi saat ini. Generasi Y adalah generasi paling milenial
di antara generasi
XYZ. Hal ini karena gelombang
pertama generasi Y adalah orang dewasa ketika pergantian milenium
2000-an. Mereka yang lahir pada generasi ini (1977 sampai 1994)
dikenal juga sebagai
milenial generation. Umumnya, generasi
ini memiliki ambisi yang kuat untuk menguasai semua bidang. Mereka juga dikenal
sebagai generasi yang dapat diandalkan
dalam pemanfaatan teknologi.
Jika dikembangkan, dengan kampus yang luasnya kurang lebih dari 18
hektar, PKP akan menjadi kompleks
pendidikan terbesar dan terlengkap di Indonesia
yang mampu menampung 5.000 siswa, santri dan mahasiswa. Kampus PKP DKI Jakarta terletak di pinggir Jalan
Raya PKP yang menghubungkan Jalan Raya Bogor dan Jalan Tol Jagorawi serta Jalan Tol JORR (Jakarta outer ring road). Lokasinya yang sangat strategis, dapat dicapai dengan mudah dari seluruh wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi.
Dengan demikian, PKP DKI Jakarta akan mempunyai keunggulan kompetitif terhadap lembaga
pendidikan yang ada.
D.
ANALISIS SWOT
Dalam merencanakan strategi
dan menganalisis suatu masalah, kita seringkali melihat beberapa faktor yang hadir di sekitar masalah tersebut
lalu memetakannya satu per satu. Dari pemetaan
hal-hal yang hadir dari rencana maupun permasalahan tersebut, maka secara
perlahan kita akan menemukan rencana yang tepat maupun cara penyelesaian masalah yang kita hadapi itu sendiri. Penggunaan metode perencanaan strategi
maupun penyelesaian masalah yang
tepat akan mempermudah kita dalam menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi Salah satu cara terbaik yang dapat kita gunakan adalah memanfaatkan metode yang disediakan melalui rangkaian tahap dalam analisa SWOT. Analisis SWOT adalah singkatan yang berasal dari empat elemen,
yakni Strength yang berarti
kekuatan, Weakness yang berarti
kelemahan, Opportunities yang berarti kesempatan, dan Threats yang berarti
ancaman. Apabila SWOT analisis kita gunakan untuk memotret PKP, maka saat ini PKP sedang mengalami sebuah proses transformasi pendidikan Islam yang berkualitas tinggi. Tren pendidikan Islam sedang mengarah
kepada sebuah substansi
akademik yang mengedepankan pada penguasaan terhadap
kemampuan menghafal Quran (Tahfidz). Value sekolah Islam yang menjual kemampuan hafalan Quran sampai Juz ke-30
dipersepsikan secara positif
dan diminati masyarakat. Kondisi ini tanpa disadari telah menggerus lembaga Islam yang hanya menjual kemampuan beragama
secara minimal. Trend kedua yang muncul adalah munculnya sekolah
Islam yang berfasilitas megah.
Berikut terinci sebagai
analisis dan pemetaan kekuatan sampai
ancaman:
BAGIAN 3
RENCANA STRATEGI PENDIDIKAN
A.
KONDISI SAAT INI
Bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai
krisis dan perubahan besar, dan muara penyelesaiannya diharapkan akan melahirkan masyarakat baru yang lebih baik atau
yang dikenal masyarakat modern. Menurut kemendikbud (2021) masyarakat modern merupakan golongan
masyarakat yang orientasi hidup dan nilai kebudayaannya
lebih terarah dimasa kini. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2022) adalah masyarakat yang perekonomiannya berdasarkan pasar secara luas,
spesialisasi dibidang industri, dan pemakaian teknologi canggih. Inkeles menjabarkan ciri-ciri manusia dan masyarakat modern diantaranya ; Sikap mambuka diri pada hal-hal yang baru, Tidak
terikat (bebas) terhadap ikatan institusi atau
penguasa tradisional, menghargai ketepatan waktu, percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan, menghargai ketepatan
waktu, melakukan segala sesuatu secara terencana.
Kiprah PKP DKI Jakarta dari masa ke masa telah
dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Banyak lulusan PKP DKI Jakarta yang saat ini menjadi profesional, pengusaha, politisi, ulama dan mereka
yang memilih di jalur hoby (seni, olahraga dll) Revolusi Indusri 4.0 adalah sebuah kondisi dimana
pergerakan (mobilitas manusia)
sangat ditentukan oleh perpaduan teknologi
yang dapat mengurai
sekat dunia
fisik, dunia digital
dan biologi. Di era ini, dunia membutuhkan keterampilan
yang berbeda
dibandingkan 25 tahun yang lalu. Yakni kemampuan berfikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking) dan kemampuan memecahkan masalah (Complex Problem Solving), kemampuan melakukan koordinasi, negoisasi, persuasi
dan mentoring (Social Skill), berfikir kritis (Critical Thinking), kolaborasi (Collaboration), kemampuan berfikir
(Cognitive Abbility) dan inovatif (Innovative)
Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam, PKP harus merespon
kondisi tersebut. PKP DKI
Jakarta perlu memiliki dua kekuatan besar yakni sebagai pencetak
lulusan yang menguasai
ilmu pengetahuan, sains,
tetapi juga menjadi penjaga moral bagi bangsa Indonesia melalui lulusan
yang berakhlakul karimah. Dua
kemampuan ini akan membawa keseimbangan yang membentuk profil lulusan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
mengembangan manusia seutuhnya
yaitu insan yang beriman serta bertaqwa kepada Tuhan YME serta berbudi pekerti luhur, mempunyai
pengetahuan, keterampilan, kesahatan jasmani
dan rohani, kepripadian yang mantab serta berdikari serta rasa tanggung
jawab, serta kemasyarakatan dan kebangsaaan.
Dengan kondisi tersebut, maka PKP DKI Jakarta
dituntut untuk melakukan perubahan
besar agar dapat menyesuaikan perubahan dengan pendidikan pada era masyarakat baru ini. Perkembangan
teknologi menantang PKP DKI Jakarta untuk bisa mengikuti zaman dan mengikuti terobosan
cara-cara belajar dan mengajar
yang lebih canggih
dengan tanpa melupakan ruh pendidikan para pendidik.
PKP DKI
Jakarta harus fokus pada pengembangan sumber
daya manunia (Human Investman) sehingga para lulusannya memilki daya saing yang
lebih tinggi dibandingkan lulusan
sejenis. Berdasarkan gambaran
tersebut, maka rencana
strategis ini dibuat yang memfokuskan pada arah pengembangan pendidikan
PKP DKI Jakarta.
a).
Data Sekolah, Siswa, Guru
Dalam usianya yang ke 47 tahun, PKP telah berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu tersebut PKP
mampu mengubah image dari sekolah
papan bawah yang hanya
diminati kalangan terbatas, menjadi sekolah unggulan dengan beragam
prestasi.
Pada saat
ini, pendidikan formal di PKP berjumlah
sembilan satuan unit pendidikan. Dari mulai jenjang
pra sekolah, pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi.
Jumlah tersebut sangat mungkin akan bertambah dengan melihat
kebutuhan dan tantangan kedepan. Sembilan satuan pendidikan tersebut adalah:
1). Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KB/TK)
2). Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ)
3).
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
4).
Madrasah Tsanawiyah (MTS) Fullday
5).
Sekolah Menengah Atas (SMA)
6).
Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK PKP 1)
7).
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pesantren Modern
8).
Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Modern
9).
Institut Kesehatan Teknologi
(IKT) PKP DKI Jakarta.
TABEL 3.1.
JUMLAH KELAS DAN PESERTA
DIDIK, SANTRI, MAHASISWA
|
NO |
SATUAN PENDIDIKAN |
JUMLAH KELAS |
JUMLAH SISWA /
SANTRI / MAHASISWA |
|
1 |
KB/TK |
7 |
118 |
|
2 |
TPQ |
3 |
20 |
|
3 |
MI |
22 |
585 |
|
4 |
MTs Fullday |
9 |
231 |
|
5 |
SMA |
27 |
886 |
|
6 |
SMK PKP 1 |
17 |
304 |
|
7 |
MTs Pesantren Modern |
2 |
68 |
|
8 |
MA Pesantren Modern |
1 |
30 |
|
9 |
IKT PKP Jakarta |
17 |
212 |
TABEL 3.2.
|
Satuan Unit Ruang |
TPQ |
TK |
MI |
MTs |
SMA |
SMK |
MTs &
MA Pesantren |
IKT PKP JAKARTA |
|
Ruang Kelas |
3 |
7 |
22 |
10 |
27 |
17 |
2 |
7 |
|
Ruang Praktek / Laboratorium |
- |
1 |
- |
4 |
5 |
6 |
- |
7 |
|
Ruang Kasek |
- |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
2 |
1 |
|
Ruang Wakil |
- |
|
1 |
1 |
1 |
1 |
- |
2 |
|
Ruang Guru |
|
|
1 |
1 |
1 |
1 |
|
1 |
|
Ruang BK |
|
|
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
Ruang UKS |
|
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
Ruang Serbaguna |
|
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
Ruang OSIS |
|
|
|
1 |
- |
1 |
|
1 |
|
Ruang Seni
& Ekskul |
|
|
1 |
- |
1 |
- |
|
|
|
Ruang PPDB |
|
1 |
|
1 |
- |
1 |
1 |
1 |
|
Ruang Tata Usaha |
|
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
Studio |
|
|
|
1 |
1 |
1 |
|
|
|
Toilet |
- |
4 |
21 |
9 |
34 |
31 |
8 |
6 |
|
Dapur |
|
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
3 |
|
Gudang |
|
1 |
|
6 |
1 |
1 |
1 |
1 |
|
Ruang Penjaga |
|
|
|
1 |
- |
1 |
|
|
|
Kamar Santri |
|
|
|
|
|
|
15 |
|
|
Kamar Musrif/ah |
|
|
|
|
|
|
7 |
|
TABEL 3.3
BRANDING SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI
|
No. |
Satuan Unit |
Branding |
|
1 |
KB-TK |
Setiap Anak Adalah Bintang |
|
2 |
MI |
Sekolah Berbasis Qurani |
|
3 |
MTs |
Sekolah Berbasis Kreativitas |
|
4 |
SMA |
Setiap Orang
Adalah Juara |
|
5 |
SMK |
Techopreneurship Based
School |
|
6 |
Pesantren |
Ayo Pondok |
|
7 |
IKT PKP |
Kampus Bernuansa Islam |
TABEL 3.4.
BRANDING EVENT SEKOLAH
DAN PENDIDIKAN TINGGI
|
No. |
Satuan Unit |
Branding Event |
|
1 |
KB-TK |
STAR
KIDS |
|
2 |
MI |
GEMILANG (Gebyar MI PKP
Cemerlang) |
|
3 |
MTs |
ANIMASI (Ajang
Kreasi dan Seni
Islami) |
|
4 |
SMA |
CARNIVAL (Competition and Performance Art, Sport and Literation Culture) |
|
5 |
SMK |
EDUFEST (Education Festival) |
|
6 |
Pesantren |
SERASI (Lomba Seni dan Kreasi) |
|
7 |
IKT PKP |
SEMINAR KESEHATAN dan TEKNOLOGI |
b).
Proyeksi Lima Tahun Kedepan
c). Data Alumni
d). Profil Lulusan Peserta Didik PKP Jakarta
Islamic School
Arah dan profil lulusan PKP didesain pada 5 dasar
kemampuan. Konsep ini tentu harus diuraikan dengan narasi dan indikator yang
lebih terukur dan aplikatif. Secara sederhana profil lulusan bisa digambarkan
sbb :
|
No |
Sasaran |
Indikator |
|
1 |
Akhlak
|
·
Melaksanakan sholat
wajib 5 waktu ·
Mampu membaca
Al-Quran ·
Memiliki hafalan juz
ke-30 |
|
2 |
Sains
|
·
Melakukan
identifikasi, mendapatkan pengetahuan baru ·
Memberi penjelasan
terhadap fenomena ilmiah ·
Mampu menyimpulkan fenomena
alam berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya |
|
3 |
Leadership
|
·
Mengenalkan jati
diri siswa sebagai khalifatullah fil ard (penguasa di bumi) ·
Berkarakter seorang
pemimpin (Shidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah) ·
Berorganisasi |
|
4 |
Kewirausahaan/
kreatifitas
|
·
Mampu berfikir luwes
untuk memecahkan masalah ·
Menciptakan sesuatu
dengan original ·
Berani mengambil
keputusan |
|
5 |
Bakat |
·
Memiliki suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan
khusus ·
Aktif
dalam kegiatan ekstrakurikuler ·
Menunjukkan prestasi
dalam berbagai penampilan maupun kegiatan lomba |
B.
ISU-ISU STRATEGIS
Dimasa depan tantangan yang dihadapi PKP sebagai pengelola
lembaga pendidikan berbasis
agama Islam semakin
kompleks. Persaingan akan semakin ketat, baik sesama lembaga pendidikan yang berbasis
Agama Islam maupun lembaga umum yang menyelenggarkan pendidikan yang setara.
Dilain pihak masyarakat juga memiliki ekspektasi yang tinggi mengikuti
dinamika kehidupan masyarakat yang menuntut adanya
pendidikan yang berkuatitas.
Dalam ranah pendidikan secara umum, isu-isu
nasional menyangkut pendidikan seringkali dipengaruhi oleh
para pengambil kebijakan yang baru. Seiring dengan
tantangan yamg bertumpu pada realitas pendidikan Indonedia yang masih rendah serta keinginan untuk mensejajarkan
pendidikan kita dengan negara-negara maju di dunia
maka lahirlah konsep-konsep pendidikan yang dapat diterapkan (applycable) dan
humanis.
Mendikbud
merilis sebuah kurikulum yang paling adaptif saat ini dengan tidak menghilangkan konsep awal pendidikan
yang dirintis para pendahulu. Ada 4 hal utama dalam menghadapi perkembangan saat ini:
1). Kualitas pendidikan untuk semua
Komitmen
pendidikan Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua golongan, bukan hanya
disabilitas tapi juga kelompok marjinal yang
rentan.
2). Teknologi digital dalam pendidikan
Akselerasi
pemamfaatan teknologi digital di dunia pendidikan pasca pandemi serta bagaimana teknologi
digital bisa menjadi
jawaban atas permasalahan akses, kualitas, dan keadilan
sosial dibidang pendidikan.
3). Solidaritas dan kemitraan
Gotong royong sebagai kearifan
budaya Indonesia dimana jika kita melihat masalah dikomunitas kita dan itu bukan masalah
kita tapi kita harus membantu.
4). Masa depan dunia kerja
pascapandemi Covid 19.
Kebutuhan dunia kerja berubah pasca pandemi,
kita harus berfikir
ulang.
Pada abad ini terjadi
perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi. Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini dapat memberikan
peluang jika dapat dimamfaatkan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi
ancaman jika tidak dianstisipasi secara sistematis, terstruktur dan terukur.
Salah
satu contoh perubahan mengenai pembelajaran, sekolah
dapat mewadahi tumbuh kembang peserta didik mengenai
keterampilan di Abad 21, yakni :
1.
Confident,
percaya diri, yakni kemampuan unjuk aksi dan rasa tanggungjawab atas tindakan dan karyanya.
2.
Critical thingking, berfikir kritis, yakni merujuk pada kemampuan analisis dan mempertanyakan informasi atau konten yang ditemukan di berbagai media.
3.
Creativity, kreativitas, yakni kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang segar, baik dalam hal seni, teknologi, juga mencetuskan solusi.
4.
Collaborative, kolaborasi, yakni kemampuan menciptakan sinergi lewat kerja
sama dan menghasilkan nilai yang lebih besar daripada hasil kerja individu.
5.
Communication, komunikasi, yakni keterampilan untuk menyampaikan informasi secara jelas,
singkat dan padat.
Dengan
mengacu kepada hal-hal penting yang senantiasa menjadi attention (perhatian) di lingkungan PKP DKI Jakarta, maka isu-isu strategis harus menjadi prioritas
pengembangan PKP Jakarta
kedepan. Identifikasi isu strategis ini didapatkan melalui
ekstraksi dan gambaran
kondisi riil yang terjadi dilapangan. Setidak-tidaknya ada 20 isu strategis di bidang pendidikan yakni:
1.
Penghayatan terhadap visi dan misi yayasan sebagai lembaga pendidikan Islam.
Diperlukan upaya terus menerus
dalam berbagai cara dan metode agar seluruh warga PKP mampu memahami dan
memaknai identitas PKP DKI Jakarta sebagai
lembaga pendidikan berbasis agama Islam. Implementasi pengahayatan dapat dilakukan melalui kegiatan seremonial,
pembelajaran, tampilan visual dan media lainnya.
2.
Jaminan mutu sekolah.
Penetapan jaminan
mutu akan memberikan arah kepada sekolah
untuk mengetahui skala prioritas dalam implementasi program
dan pertanggungjawaban atas
kinerja sekolah kepada publik (Yayasan, Orangtua, Dinas Pendidikan dan Masyarakat).
3.
Membangun branding PKP.
PKP DKI Jakarta sebagai
lembaga pendidikan Islam harus secara optimal meningkatkan value (nilai) dibidang pendidikan agar terbentuk reputasi yang positif dikalangan masyarakat. Seluruh
aktivitas yang dilakukan oleh yayasan PKP DKI Jakarta dan satuan kerja atau unit pendidikan harus berdampak terhadap
peningkatan kualitas branding
dengan cara melakukan
sesuatu aktivitas yang berguna, berdampak luas dan berkesinambungan serta terukur.
4.
Akreditasi sekolah dan penerapan standar ISO 9001-2015.
Akreditasi
sekolah menjadi salah satu tolak ukur bahwa Lembaga pendidikan tersebut
telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen kependidikan yang sesuai
dengan standar pemerintah. Penerapan standar ISO menjadi value yang dapat menguatkan kualitas
kelembagaan secara internasional untuk manajemen mutu.
5.
Penguatan peran kepemimpinan sekolah
dan calon pemimpian sekolah.
Kepala Sekolah
adalah pemberi warna dan penentu kemajuan institusi yang dipimpinnya. Karena itu kualitas kepemimpinan sekolah harus
terus dilatih dan dikembangkan secara
optimal. Pemimpin sekolah di PKP harus menjadi role model dalam
keteladanan, kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan dan sosial sesuai ketentuan Permendiknas No. 13 Tahun 2007.
6.
Sinergi dan kolaborasi program antar sekolah di PKP.
Yayasan yang
terdiri dari berbagai macam satuan pendidikan perlu adanya sinergi
untuk mewujudkan ketercapaian visi dan misi Yayasan PKP melalui berbagai
macam aktivitas, kerjasama
dan kegiatan bersama
yang bersifat kolaboratif. Yayasan juga memfasilitasi agar perasaan ego karena merasa lebih unggul dan berkontribusi besar tidak terjadi
di lingkungan PKP. PKP harus mengarahkan agar seluruh pendidik
dan tenaga kependidikan memiliki semangat
untuk saling mendukung agar satuan
pendidikan maju bersama.
7.
Peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Kompetensi dan
kemampuan guru harus selalu ditingkatkan dengan cara aktif dalam kegiatan KKG/MGMP dan ikut pelatihan baik yang
diselenggarakan oleh sekolah, PKP maupun diluar sekolah.
8.
Penguasaan, adaptasi dan pemamfaatan teknologi digital.
SDC atau Smart
Digital Classroom merupakan kebijakan Yayasan PKP agar dapat diimplematasikan secara baik di sekolah maupun dikelas.
Pemamfaatan teknologi digital
oleh para guru merupakan hal yang harus dipelajari terus menerus karena
perkembangan teknologi selalu
berkembang setiap saat.
9.
Pemberdayaan perpustakaan dan
optimalisasi perpustakaan digital
Perpustakaan harus didesign menjadi
sarana peningkatan minat baca peserta didik untuk kemampuan literasi. Seiring dengan
perkembangan zaman dan berubahnya konsep perpustakaan, maka perpustakaan PKP kedepan, sebagaimana panduan Pengpov DKI Jakarta tentang
perpustakaan harus menjadi
pusat syaraf lokal untuk informasi, penuh dengan web terminal, tempat peserta didik berkarya dan bahkan
mengajar sesama sekaligus tempat co-working
dan kolaborasi proyek bersama.
10.
Penetapan substansi kurikulum kekhasan
(BTQ dan Tahfidz)
PKP menggunakan kurikulum nasional dengan tambahan komponen
kurikulum kekhasan keislaman. Adanya kurikulum kekhasan
tersebut diharapkan para
lulusan PKP menjadi pembeda dengan sekolah umum yang sejenis. Kopetensi dasar dalam kurikulum kekhasan yang harus
dikuasai oleh seluruh lulusan
PKP yakni harus bisa baca tulis
quran dan setidak-tidaknya menguasai juz ke 30 untuk sekolah
fullday dan 3 juz untuk sekolah berasrama.
11.
Seni
sebagai sarana pembentukan kreatifitas dan promosi
Aspek seni
menjadi penting bagi PKP karena sejalan dengan arah PKP yang menyeimbangkan antara pendidikan akademik
dan non akademik. Seni mampu memberikan
olar rasa yang positif dan penuh kegembiraan serta menunjang kreatifitas peserta didik. Disisi lain seni juga menjadi
media promosi yang sangat
efektif bila dilakukan dengan tahapan layak tonton, layak tampil dan layak jual.
12.
Pembelajaran berbasis riset
Guru diarahkan
agar para siswa dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di kehidupan
sehari-hari dengan pengetahuan yang dipelajarinya. Sekolah dengan paradigm riset akan
membantu karakter guru untuk berfikir saintifik
dalam penyusunan RPP, PTK atau karya ilmiah dan karakter peserta didik untuk
aktif membaca dan menulis.
13.
Penerapan Teaching Factory dan Co-Branding SMK
Senantiasa
bekerjasama dengan berbagai industri baik barang maupun jasa agar dapat menjadi guru tamu bagi siswa
SMK dan mendekatkan diri kepada industri
agar meningkatkan daya serap lulusan di dunia kerja dan meningkatkan citra SMK di masyarakat. Diharapkan peserta didik mampu menjadi enterpreneurship sesuai dengan slogannya.
14.
Peningkatan kualitas input
calon peserta didik
Diharapkan
terjadi peningkatan kualitas input dengan cara seleksi masuk peserta
didik, kesiapan belajar
maupun kemampuan akademik.
15.
Peningkatan mutu lulusan
Dengan berbagai
program pembelajaran dan persiapan mengahadapi ujian akhir, target Perguruan Tinggi Negeri (PTN), serta program
munaqosah hafalan juz ke-30.
Kualitas lulusan peserta didik akan meningkat dari waktu ke
waktu.
16.
Keterserapan siswa dalam dunia kerja
Dalam hal ini
dititik beratkan untuk satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) agar peserta
didik yang lulus sebanyak-banyak dapat terserap
di dunia kerja dengan cara MoU dengan berbagai perusahaan dan peningkatan kemampuan
kopetensi dan keterampilan serta mendapatkan sertifikat keahlian.
17.
Peningkatan input calon pendidik dan tenaga pendidikan
Mengadakan seleksi
yang berkualitas dengan cara menjaring
sebanyak- banyaknya calon
pendidik dan tenaga kependidikan agar mendapatkan hasil yang lebih berkualitas.
18.
Kesinambungan dan keberlajutan pendidikan di PKP DKI Jakarta
Peserta didik
yang lulus dari satuan pendidikan yang
lebih rendah diarahkan dan
diharapokan dapat lanjut sekolah ke satuan pendidikan yang lebih tinggi. Perlu peran serta dari segenap guru dan
karyawan agar dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi para peserta
didik di lingkungan PKP.
19.
Pemberdayaan alumni
Alumni Sekolah/Madrasah
dapat memberikan sumbangsih bagi sekolah di PKP DKI Jakarta berupa ide, gagasan,
dana dan tindakan
untuk dapat meningkatkan citra baik di masyarakat.
20.
Promosi berkelanjutan yang terukur
dan efektif
Mengoptimalkan penetapan tujuan pemasaran sebagai
sarana publisitas, kampanye pemasaran, manajemen performa, dan pengembangan unit pendidikan yang mengacu pada konsep SMART, Specific (Spesifik), Measurable
(Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant
(Relevan) dan Time-bound (Berbatas Waktu).
C.
TANTANGAN KE DEPAN
Dimasa depan tantangan yang dihadapi PKP
sebagai lembaga pendidikan semakin kompleks.
Persaingan akan semakin
ketat, baik sesama
lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya.
Selain itu, tuntutan
masyarakat semakin tinggi
dengan selera dan kecenderungan yang semakin modern.
Menurut Arie deGeus seperti dikutip oleh Jann Hidajat T
(2006) ada 4 karakteristik yang ditemukan pada perusahaan yang berumur panjang,
yaitu :
1). Sensitif terhadap lingkungan : yang direpresentasikan pada kemampuan perusahaan untuk belajar dan beradaptasi, menyesuaikan diri dengan arah perubahan lingkungan bisnisnya.
2). Memiliki identitas/jati diri yang kuat : yaitu kemampuan perusahaan untuk membangun
integritas atau jati diri, yang melekat dan tergambar pada sikap dan perilaku
para anggota komunitasnya sehari-hari, sehingga tumbuh sense of belonging yang tinggi terhadap perusahaannya.
3). Memiliki seikap toleran terhadap
perbedaan dan mampu melaksanakan proses desentralisasi kewenangan berdasarkan rasa saling percaya : yaitu memiliki kemampuan
untuk membangun hubungan
yang konstruktif dengan berbagai entitas yang berbeda, baik diantara
anggota organisasi maupun dengan institusi di luar perusahaan.
4). Melaksanakan manajemen investasi yang rasional : yaitu melaksanakan kebijakan
penggunaan uang (khususnya investasi yang berasal
dari hutang) dengan hati-hati dan didasarkan pada
rasionalitas, bukan spekulasi. Kalaupun terpaksa mereka melakukan pinjaman
untuk investasi, mereka sedah menganalisis dengan cermat dan akan disiplin
untuk dapat mengembalikan pinjaman atau
cicilannya dengan tepat waktu.
Untuk merespon semua itu PKP harus
memberdayakan semua potensi dan kemampuan
yang ada secara professional. Dalam upaya menata masa depan PKP melakukan
langkah-langkah pembenahan secara berkelanjutan dan menyiapkan generasi
EMAS, yaitu Enerjik,
Multi talenta, Aktif dan Spiritual.
Dengan langkah-langkah pengelolaan dan
menyiapkan generasi EMAS, maka PKP optimis
dalam menata masa depannya. Rasa optimis inilah beralasan PKP memiliki
semua potensi dan sumber daya manusia serta tata kelola manajemen yang memadai. Untuk mendukung hal
tersebut, komponen pembiayaan menjadi perhatian.
Yayasan memperhatikan kesejahteraan guru dan karyawan agar mereka konsentrasi dan sepenuh hati dalam
memberikan layanan pendidikan. Sarana dan prasarana
secara berkelanjutan disediakan dalam lingkungan pembelajaran yang aman, asri dan nyaman. Kondisi ini telah
memberikan kontribusi dalam peningkatan prestasi peserta
didik.
Ditengah persoalan tersebut,
saat ini PKP dihadapkan pada Revolusi Indusri 4.0 yang mengubah banyak
hal. Revolusi industri
mengubah hal-hal mendasar, perubahan tersebut
bedampak pada berbagai aspek kehidupan, pola interaksi, cara kerja dan sebagainya. Merujuk pada aspek
table kebutuhan Abad 21 dalam buku transformasi
pendidikan di DKI Jakarta sampai dengan tahun 2027 dijelaskan hal sebagai
berikut :
|
Aspek |
Abad
ke 21 |
|
|
Kemampuan Dasar |
: |
Kemampuan berfikir konseptual dan kreatif |
|
Cara Kerja |
: |
Industri kreatif, melihat potensi, memahami kebutuhan, menghasilkan karya yang spesifik |
|
Cara Produksi |
: |
Produksi beragam sesuai segmen |
|
Cara Relasi |
: |
Diskusi dan
dialog terbuka antara
satu dengan banyak pihak |
|
Capaian |
: |
Siapa berkarya dan siapa bermanfaat yang akan mendapatkan pengakuan |
BAGIAN 4
ARAH
KEBIJAKAN
A.
STRATEGI PENGEMBANGAN
Merujuk pada visi dan misi
Yayasan PKP JIS, maka arah pengembangan pendidikan dilingkungan PKP adalah :
1).
Menyiapkan peserta didik yang lulusannya berakhlakul karimah, menguasai
sains (Ilmu pengetahuan umum dan agama),
memiliki karakter dasar seorang pemimpin,
menunjukan jiwa kewirausahaan dan mampu mengembangkan bakat.
2).
Menciptakan suasana pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran, kreativitas, nasionalisme, keterbukaan, kepatuhan pada aturan
dan cinta ilmu.
3).
Memfasilitasi peserta didik yang mampu berkompetisi dalam unjuk prestasi/lomba (Akademik dan Non Akademik)
di level lokal, regional, nasional dan internasional.
4).
Diterapkannya jaminan mutu sebagai bentuk pertanggung jawaban
kualitas lulusan.
5).
Organisasi sekolah yang efektif, efisiensi dan berbasis
manajemen pengetahuan dengan penerapan
fungsi kontrol yang tegas dan terarah.
6).
Membudayakan literasi
menulis dan membaca
sebagai bekal softskill.
B.
KERANGKA REGULASI DAN KELEMBAGAAN
Kerangka Regulasi Pendidikan Dalam rangka
mencapai mutu pendidikan yang berkualitas dilingkungan PKP maka kendali
mutu dilakukan secara berjenjang dengan tugas yang berjenjang (cari tupoksi
dikdasmen, ketua umum/ketua yang membidangi pendidikan dan sekolah)
C.
STRATEGI PENTAHAPAN
Adapun indikator pentahapan sebagai implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan (Konsep sesuai kebutuhan
diambil dari buku sistem penjaminan mutu internal
karya Ridwan A Sani dkk).
Selama periode
2017 s.d. 2022 terdapat beberapa kebijakan yang saling terus berkait dan memerlukan penanganan. Regulasi-regulasi baru pemerintah daerah dan provinsi yang harus diantisipasi di tahun 2022 -
2024. Selain itu kondisi pasca covid
dan suasana pembelajaran 2 tahun dengan online masih berkonstribusi terhadap kualitas pembelajaran offline.
Beberapa isu, kebijakan dan regulasi yang harus diantisipasi adalah :
1.
Penetapan dan pembatasan usia masuk kejenjang
pendidikan selanjutnya di DKI Jakarta.
2.
Regulasi Pemerintah yang membuka kran terbuka para guru meningkatkan karir
dan penghasilan untuk menjadi guru P3K.
3.
Regulasi Pemerintah agar sekolah menerapkan
kurikulum merdeka belajar dan menjadi
sekolah penggerak dan SMK Pusat Keunggulan.
4.
Kebijakan digitalisasi Yayasan
5.
Optimalisasi PPDB/ Ketercapaian PPDB / PSB / PMB
6.
Kebijakan model dan substansi
materi tes masuk perguruan tinggi
negri.
7.
Kaderisasi pemimpin sekolah.
8.
Peningkatan secara terus menerus value sekolah
9.
Peningkatan Sumber daya manusia.
Atas dasar itu maka dalam kurun waktu 2022 s.d. 2024 aktivitas
utama yang dilakukan PKP di Bidang Pendidikan adalah :
1.
Merancang sistem PPDSMB yang lebih berkualitas, berkelanjutan, terintegrasi dan terpenuhi target sesuai jadwal.
2.
Penerapan dan pemantapan Digitalisasi pembelajaran disemua
unit.
3.
Menerapkan kurikulum merdeka belajar
dan mempersiapkan diri untuk menjadi
sekolah penggerak/Pusat keunggulan.
4.
75 % lulusan
hafal juz ke 30.
5.
Menyiapkan proses pembelajaran dan pendalaman materi yang sesuai dengan regulasi tes masuk PTN.
6.
Melakukan aktivitas / kegiatan / pembelajaran yang terintegrasi dengan peningkatan penghayatan terhadap
visi dan misi Yayasan.
7.
Implementasi jaminan mutu sekolah dengan target minimal ketercapaian 80 %.
8.
Penguatan peran
kepemimpinan Kepala Sekolah
dan Calon Kepala Sekolah.
9.
Penguatan branding sekolah.
10. Keterserapan lulusan
SMK didunia kerja
pada institusi/perusahaan yang sesuai.
11. Pemenuhan infrastruktur dasar sekolah dan modernisasi alat praktik.
12.
Penyusunan konsep blue print arah pengembangan pendidikan PKP kedalam
kurikulum operasional sekolah.
13. Pengembangan dan pembinaan SDM Pendidik dan tenaga kependidikan.
14. Penilaian Kepala Sekolah, Pendidik
dan tenaga kependidikan berbasis KPI/OKR. Pendirian TK Non-formal (KB/Penitipan)
Dalam blue print transformasi pendidikan di DKI Jakarta
dan keberlanjutan kebijakan PKP, maka isu utama/ peta jalan utama adalah :
1.
Penguatan pembelajaran
sains, teknologi, tehnik
dan matematika.
2.
Inovasi diberbagai bidang
3.
Menciptakan budaya unggul dalam profesionalitas.
4.
Memperkuat kelembagaan secara berkelanjutan.
5.
Memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam pendidikan.
6.
Pemenuhan kebutuhan infrastruktur untuk pemenuhan masa depan.
7.
Kolaborasi industri dan sekolah kejuruan.
8.
Pengembangan pesantren sebagai
wajah baru Pendidikan di PKP.
9.
100 % lulusan
hafal minimal 2 juz.
10. 100 % diterapkannya jaminan
mutu.
11. PKP sebagai
pusat pembelajatan satuan pendidikan dari luar.
12. 100 % penerapan
kurikulum merdeka belajar.
13. Standarisasi Kepala Sekolah,
Pendidik dan tenaga
kependidikan.
Atas dasar itu maka dalam
kurun waktu 2025 - 2027 aktivitas utama yang dilakukan PKP adalah :
1.
Penerapan pembelajaran unggul
dibidang sains
2.
Menciptakan dan
membangun ruang inovasi
diberbagai bidang yang diakui.
3.
Terciptanya budaya kerja unggul didunia pendidikan
dengan standar yang terukur
4.
Secara kelembagaan semua unit PKP terakreditasi A, berstandar ISO 9001:2015 dan atau menerapkan konsep TQM.
5.
100 % peserta didik kelas akhir hafal minimal 2 juz.
6.
Pesantren PKP memiliki
santri dengan total 25 % dari
jumlah peserta didik regular
7.
Meningkatnya institusi pasangan (Dudi) yang berkualitas dan sesuai dan terciptanya kolaborasi positif dengan banyak perusahaan.
8.
PKP menjadi pusat pembelajaran untuk penerapan pembelajaran inovatif, penerapan manajemen
kepemimpinan kasek, branding
sekolah, kegiatan akademik
dan non akademik.
9.
100 % jaminan
mutu terlaksana dan akuntabel.
10.
Peserta didik, pendidik dan
pimpinan sekolah menghasilkan karya literasi layak jual.
11. Semua satuan unit sekolah
berada pada rangking
50-75 di DKI Jakarta.
BAGIAN 5
PELAKSANAAN RENTRA
A.
MONITORING
Monitoring dilakukan secara waktu nyata (real
time) melalui kunjungan ke satuan
unit pendidikan melalui assesmet yang telah di sosialisasikan terlebih dahulu dan mengacu kepada rensta ini. Monitoring
dilakukan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun.
Monitoring paruh waktu berguna untuk mengetahui langkah-
langkah korektif apa yang perlu diambil berdasarkan hasil pembanding antara rencana dan implementasi, sekaligus
memberikan waktu yang cukup untuk mengimplementasikan koreksi-koreki tersebut.
B.
EVALUASI
|
Rencana Strategis PKP (Renstra) |
|
Kunjungan Satuan Unit Pendidikan (PKKS, Visitasi BTQ) |
|
Monitoring Implementasi |
|
Evaluasi Paruh Waktu |
|
Rencana Kerja & Anggaran Tahunan |
Evaluasi ditindaklanjuti sebagai
stimulus atas implementasi yang sudah berjalan berupa penilaian tingkat
keberhasilan dari pelaksanaan renstra. Hasil dari evaluasi akhir ini tentunya dapat menjadi bahan utama bagi
penyusunan laporan pertanggungjawaban
Direktorat Pendidikan Dasar dan Mengengah (DIKDASMEN) PKP Jakarta pada akhir masa jabatannya dan landasan untuk
penyusunan renstra berikutnya. Skema monitoring dan evaluasi yang dijabarkan ini tentunya tetap dilaksanakan dalam
koridor yang sesuai dengan rapat kerja Yayasan
PKP DKI Jakarta.
BAGIAN 6
PENUTUP
A. SARAN DAN MASUKAN
Pada saat paparan
Renstra Pendidikan ini dihadapan para Ahli dan pengurus Yayasan PKP beserta
Kepala Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Rabu, 12 Oktober 2022 di ruang rapat
Yayasan PKP Lantai 3 didapatkan masukan sebagai berikut :
1. Rencana Strategis (Renstra) adalah dokumen
perencanaan suatu organisasi yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai
yang biasanya 5 tahun dan didalamnya dijelaskan mengena1 strategi atau arahan
sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
2. Pemerintah telah
menyusun renstra pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020
tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun
2020-2024.
3. Tujuan penyusunan
renstra adalah sebagai acuan dalam mengoperasionalkan rencana kegiatan dengan
membuat beberapa substansi utama, antara lain: visi dan misi, tujuan, strategi,
kebijakan, program, dilengkapi dengan tugas dan fungsi masing-masing
stakeholder.
4. Manfaat renstra
bagi PKP adalah sebagai kerangka dasar bagi perencanaan perencanaan dalam
upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan pendidikan yang
diselenggarakannya untuk membantu dan mengembangkan strategiyang efektif, dan
menciptakan prioritas.
5. Sistematika
rentra umumnya meliputi
(a) pendahuluan;
(b) visi, misi,
dan tujuan;
(c) arah kebijakan, strategi, kerangka regulasi, dan kerangka
kelembagaan;
(d) target
kinerja dan kerangka pendanaan; dan
(e) penutup.
6. Tantangan layanan
penyelenggaraan pendidikan PKP,diantaranya:
a. Meningkatkan
kuantitas peserta dldik pada satuan pendidikan tertentu,
b. Menstranfdtmasi pembelajaran sebagai beban menjadi pembelajaran
sebagai pengalaman menyenangkan dan berkualitas,
c. Meningkatkan
kualitas kompetensi dan kesejahteraan guru dan karyawan,
d. Memanfaatkan
perkembangan teknologi infomasi dalam pembelajaran dan layanan pendidikan.
e. Meningkatkan
karakter/akhlak mulia melalui pembiasaan menjadi budaya pendidikan,
f.
Optimalisasi kegiatan ekstra-kurikuler, agama,
olah raga dan kesenian,
g. Meningkatkan kualitas profil pelajar dan alumni PKP yang lslami
sebagaimana frasa cerdas, takwa dan berbudaya.
7. Tata nilai
substantif yang menjadi konsen PKP meliputi:
a. lntegritas,keselarasan
antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.
b. Kreatif dan
lnovatif Nilai, memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan hal baru yang
berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.
c. lnisiatif,
kemampuan bertindak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan.
d. Menjadi manusia
pembelajar, ikhtiar untuk selalu berusaha mengembangkan kompetensi dan
profesionalisme.
e. Menjunjung
Meritokrasi , berarti menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan
bagi guru dan karyawan yang kompeten.
f.
Proaktif, terlibat aktif dan senantiasa
berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
g. lkhlas, bekerja
dengan tulus ikhlas dan penuh dedikasi.
h. Kolaboratif,
kemampuan kerjasama dengan semua pihak.
i.
Berpikir kritis, mampu menggunakan rasio dalam
menerima informasi.
8. Sasaran Strategis
Pendidikan PKP
a. Meningkatkan
kuantitas peserta didik satuan pendidikan tertentu,
b. Meningkatkan
kualitas layanan pendidikan berbasis digital,
c. Modernisasi
sarana pendidikan dan
penataan gedung yang memenuhi
kaidah arsitektur kekinian.
d. Meningkatkan kompetensi guru dan karyawan melalui pemberian kesempatan
memperbaharui kompetensi diri /
pendidikan lebih tinggi.
e. Membiasakan penggunaan
bahasa Arab dan bahasa lnggris pada
hari tertentu diPesantren Modem PKP,
f.
Meningkatkan jumlah lulusan SMA diterima di
PTN,
g. Meningkatkan kemampuan tahfiz Alquran juz 30 untuk semua lulusan sekolah dan
madrasah,
h. Meningkatkan persentasellulusan
SMK dan IKT memasuki dunia kerja,
i.
Meningkatkan persentase lulusan satuan
pendidikan PKP untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggidilingkungan
PKP.
9. Memasukkan
Kebijakan PKP dalam Renstra
10. Menjadikan budidaya magot tempat wisata/rekreasi di Kampus PKP
11. Dapat dibuat instrumen dan indikator yang valid untuk dipedomani
12. Renstra Pendidikan bisa dijadikan bahan raker Yayasan PKP
13. Dikdasmen sebagai thinktank untuk menjadi learning organitation
B. PENUTUP
Demikianlah renstra
(rencana strategis) pendidikan yang telah disusun berdasarkan kajian oleh tim
perumus, tim ahli eksternal dan Pengurus Yayasan PKP DKI Jakarta yang akan
dilaksanakan dimasa yang akan datang tahun 2022-2027.
Mudah-mudahan dengan selesainya renstra ini bisa menggambarkan arah kebijakan pendidikan dilingkungan Yayasan PKP DKI Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar