KONSEP SEKOLAH BERBASIS AL QUR AN

KONSEP SEKOLAH BERBASIS AL QUR AN

Disusun oleh: Tim DIKDASMEN PKP DKI JAKARTA

DASAR PEMIKIRAN RASIONAL

Sekolah Islam berkualitas yang mampu membentuk generasi Qur’ani yang berwawasan multikultural, cinta perdamaian, dan menjadi solusi di setiap bidang kehidupan. Tantangan ke depan permasalahan di masa depan semakin kompleks, membutuhkan generasi yang kuat dan mampu beradaptasi sesuai dengan dinamika zaman. Lembaga pendidikan perlu mencetak generasi yang berbasis agama Islam, berpandangan maju, mandiri, profesional, dan berwawasan global. Hal ini tertuang dalam visi dan misi Yayasan PKP DKI Jakarta sebagai lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan bernuansa Islami.

Kunci dari itu semua adalah akar yang mengakar menjadi pondasi dalam karakter dan potensi dalam diri peserta didik dalam menumbuh kembangkan dalam nuansa sekolah berbasis Al Qur an. Menjadikan Al Qur an dan Hadist sebagai kurikulum utama yang terintegrasi dengan kurikulum merdeka belajar, minat bakat dan disajikan dengan konsep pembelajaran berbasis Al Qur an yang terkandung pada QS. Ibrahim: 24-25. Mencetak generasi Qur’ani dengan penguatan melalui prinsip Ihsan – Iman dan Islam.

 Artinya: Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit (24) (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat (25)

Fitrah manusia pada dasarnya adalah beragama yang berpedoman pada Al Qur an. Apabila fitrah tersebut terpenuhi, maka bakat, moral, dan kecerdasan intelektual akan terbentuk dengan baik. Pembentukan generasi qur’ani tentunya membutuhkan pembiasaan dan waktu yang berkelanjutan. Pembiasaan memerlukan proses yang berkelanjutan sehingga pada akhirnya peserta didik akan terbiasa dengan keterlibatan Al Qur an di kehidupannya sehari-hari, seperti misalnya pada bacaan sholat dan do’a hariannya.



Pembelajaran berbasis Al Qur an dapat diterapkan dan dikolaborasikan dengan mata pelajaran umum lainnya, sehingga menjadi satu kesatuan yang komprehensif. Salah satu contoh kurikulum Al Qur an yang dapat diterapkan antara lain: 1) pembelajaran tahsin dan tahfidz; 2) tauhid; 3) praktik berbahasa dan menulis Arab; dan 4) pembiasaan karakter Islam. Komponen-komponen tersebut dapat diukur secara kuantitatif menggunakan KPI yang disepakati. Jenjang MI merupakan tingkatan di mana pembiasaan dapat diterapkan, untuk itu diperlukan konsep yang matang dan kerja sama antar tenaga pengajar untuk menghidupkan pembelajaran Al Qur an.

KERANGKA KONSEP SEKOLAH BERBASIS AL QUR AN

VISI KEUNGGULAN MI PKP

PERENCANAAN PROGRAM

1.      Pembelajaran Tahsin Terstandarisasi

      Pembelajaran tahsin sebagai dasar dalam mempelajari Al Quran harus memerlukan standar karena pertimbangan berikut, antara lain:

1)      Tenaga pengajar berasal dari beragam latar belakang pendidikan Al Qur an dan daerah yang berbeda sehingga terdapat perbedaan dalam pembelajaran Al Qur an yang dimilikinya. Contohnya adalah pada perbedaan ilmu Al Qur an yang dipelajari ketika di universitas/sekolah atau perbedaan daerah asal sehingga akan terjadi perbedaan transfer ilmu ke peserta didik seperti makhorijul huruf ف yang dibaca fa namun pada beberapa daerah disebut pa, begitu pula dengan huruf ع yang dibaca ‘ain namun seringkali disebut ngain;

2)      Perbedaan keragaman tersebut akan menghambat pembelajaran yang berkelanjutan. Pemahaman guru yang berbeda akan mengajarkan tahsin yang berbeda sehingga akan menimbulkan kerancuan pada pemahaman peserta didik. Hal ini tidak hanya akan terjadi pada pembelajaran tahsin, namun juga akan berpengaruh pada pembelajaran tahfidz sehingga target yang dicapai pun tidak akan seragam;

3)      Kompetensi lulusan diakui melalui ijazah (syahadah), yang diuji oleh penguji dari penyelenggara metode. Adanya keterlibatan atau kolaborasi penguji dari luar sekolah akan mengurangi subjektivitas dalam penilaian sehingga kompetensi lulusan akan memiliki ciri khas yang seragam satu dengan lainnya. Hal ini akan meningkatkan branding MI di masyarakat ketika peserta didik memperdengarkan bacaan Al Qur annya; dan

4)      Membentuk karakter semua guru adalah guru Al Qur an, hal ini dapat menjadi penguatan SDM khususnya di MI PKP dan meningkatkan daya tarik masyarakat bahwa tenaga pengajar PKP sebagai sekolah Islam memiliki sertifikasi Al Qur an.

      Terdapat banyak metodologi pembelajaran Al Qur an yang dapat dikolaborasikan dalam pembelajaran Al Qur an di sekolah Islam, antara lain: Qiroaty, Ummi, Tilawati, Yanbu’a, Utsmani, Iqro + Al Baghdadi, dan lain sebagainya. Adapun pemilihannya dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yayasan.

2.      Kolaborasi dengan Metode Pembelajaran Terstandarisasi (Studi Kasus: Qiroaty)

Salah satu contoh metode pembelajaran Al Qur an yang terstandarisasi adalah Qiroaty yang disusun oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi pada tahun 1963. Adanya kolaborasi guru Al Qu ran MI PKP dengan tim independen dari Qiroaty akan menghasilkan kinerja sebagai berikut:

1)      Pembiasaan pagi/sore untuk peserta didik: sholat dhuha, muroja’ah surah dan do’a harian, klasikal, dsb;

2)      Membantu mengampu mata pelajaran tahsin dan tahfidz: meringankan rasio guru dan peserta didik

3)      Pembelajaran Al Qur an pada guru MI PKP: meningkatnya guru PKP yang bersyahadah

3.      Pemberdayaan SDM Guru

      Adanya kolaborasi dengan pihak metodologi seharusnya dapat dijadikan kesempatan untuk pemberdayaan guru-guru PKP yang secara umum dapat digambarkan melalui proses rekrutmen dan seleksi serta retensi guru. Berikut penjabarannya:

1)      Rekrutmen dan Seleksi

       Standar nilai: Tetapkan standar/KKM nilai yang berbeda antara guru rumpun Al Qur an (PAI, B. Arab, Guru Kelas Bawah, dll) dan guru non rumpun Al Qur an (Guru Bidang Studi). Adapun hal yang dinilai adalah makhorijul huruf, tajwid, kelancaran, dan hafalan surah serta do’a harian

       Proses penilaian dilakukan oleh Koordinator Al Qur an/guru/HRD yang sudah bersyahadah

       Output dari HRD adalah pemetaan guru baru sesuai kompetensi Al Qur annya, yang kemudian diserahkan ke koordinator Al Qur an

       Pelatihan dasar (metodologi): guru baru disertakan dalam pelatihan selama kurun waktu tertentu sementara Koordinator Al Qur an akan menguji secara langsung sehingga dapat ditentukan jilid yang akan diajarkan dan dipelajari oleh guru tersebut

2)      Retensi Pembelajaran Al Qur an Guru

       Pengajaran Al Qur an pada guru: guru diwajibkan untuk mempelajari Al Qur an sesuai dengan jilidnya kepada tim metodologi atau guru bersyahadah yang telah diberikan amanah

       Jadikan kenaikan jilid sebagai indikator kenaikan pangkat atau promosi

       Guru yang bersyahadah diberikan penghargaan sebagai upaya lembaga mempertahankan loyalitasnya

4.      Metode dan Model Pembiasaan Peserta Didik

1)      Pagi (06:00)

  1. Tempat : Sekolah

Kegiatan : Mendengarkan murotal setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dan ketika istirahat

Pagi (06.30 - 07.30)

  1. Tempat: Kelas

Kegiatan:

       Tadarus : Guru membimbing tadarus peserta didik

       Sholat dhuha: Guru mengawasi dari tata cara dan doa berwudhu hingga bacaan dan gerakan sholat

  1. Tempat: Lapangan (Jum’at minggu ke-1 dan ke-3)

Keterangan: Satu guru memimpin di depan, peserta didik berdiri dan berbaris, guru lain menyebar di dalam barisan dan ikut membaca agar dapat mengawasi dan mengingatkan kembali bagi peserta didik yang lupa atau keliru membaca; mengawasi yang tidak fokus; mengawasi yang tidak membuka mulut.

Kegiatan:

       Muroja’ah juz 30 dipimpin oleh peserta didik yang bertugas

2)      Pembelajaran 6 JP/pekan

       Pembelajaran tahfizh 6 JP per pekan

       Proses pembelajaran individual menyebar, tidak hanya berada di dalam satu lokal/kelas

       Proses belajar individual: sesuai panduan mengajar guru tahfizh MI PKP JIS

3)      Pembiasaan Lain

1.      Doa sebelum dan sesudah belajar

2.      Doa sebelum dan sesudah makan

3.      Doa masuk dan keluar kamar mandi

4.      Doa masuk dan keluar masjid

5.      Shalat Goib

6.      Doa ketika turun hujan

7.      Zikir setelah shalat

8.      Doa masuk dan keluar rumah

9.      Doa naik kendaraan

10.  Doa sebelum dan sesudah tidur

11.  Doa selesai azan

12.  Pengucapan kalimat tayyibah

13.  Doa sebelum dan sesudah membaca Al Qur’an

14.  Doa berpakaian

15.  Doa bercermin

5.      Integrasi dengan Mata Pelajaran Umum

Pembelajaran Al Qur an tidak hanya dapat dilakukan dari pembiasaan dan mata pelajaran yang berkaitan, melainkan diperlukan adanya integrasi dengan mata pelajaran umum lainnya seperti sains, matematika, olah raga, dan lain sebagainya. Untuk itu sebelumnya diperlukan SDM guru yang telah melampaui standar nilai rekrutmen PKP dalam hal pengetahuan Al Qur an-nya sekalipun bukan guru Al Qur an, tentunya dengan standar nilai di bawah guru Al Qur an. Integrasi dengan mata pelajaran umum dapat dilakukan dengan:

       Guru menyampaikan potongan ayat Al Qur an yang berkaitan dengan pelajaran. Misalnya ayat tentang penciptaan langit dan bumi untuk mata pelajaran sains, dsb;

       Guru menjelaskan kaitan ayat tersebut dengan penerapan sehari-hari;

       Peserta didik menuliskannya di buku catatan

       Guru menceritakan kisah ilmuwan Islam yang berkaitan dengan mata pelajaran, misalnya penemu angka 0, dll;

       Pengenalan kosa kata Bahasa Arab yang diserap ke Bahasa Indonesia;

       Guru menyampaikan potongan ayat dan hadist yang berkaitan dengan akhlaqul karimah, misalnya berbuat baik sesama saudara muslim, patuh kepada orang tua

 

 

 

 

6.      Target Lulusan

       Tahsin:  Syahadah metode, mampu membaca Al Qur an dengan makhorijul huruf, tajwid, dan gharib yang benar;

       Tahfidz: Hafalan juz 30, dan surah pilihan dapat disesuaikan dengan capaian lembaga; dan

       Bacaan sholat, do’a harian, dan hadist: Mampu menghafal dan membaca bacaan sholat, do’a harian, dan hadist dengan benar.

SKALA PRIORITAS PROGRAM

NO

MI

YAYASAN

PROGRAM

WAKTU

CEKLIS

PROGRAM

WAKTU

CEKLIS

1

Penentuan Koordinator dan tim Al Qur an

Des

Survei metode pembelajaran Al Qur an

 

 

2

Pemetaan kompetensi Al Qur an guru melalui pre-test

Des

 

Penyusunan renumerasi pembelajaran Al Qur an guru

 

 

3

Penyusunan jadwal penyetaraan tahsin guru

 

 

Kenaikan jilid sebagai instrumen kenaikan pangkat

 

 

4

Pembuatan target tahsin peserta didik

 

 

Renumerasi untuk guru yang bersyahadah

 

 

5

Pembuatan target tahfidz peserta didik

 

 

Pengadaan Al Qur an untuk dibaca dan dikhatamkan bersama-sama (untuk peserta didik)

 

 

6

Penyusunan kurikulum pembiasaan harian peserta didik

 

 

 

 

 

7

Pengadaan Al Qur an untuk dibaca dan dikhatamkan bersama-sama (untuk guru)

 

 

 

 

 

 

 

 

ATMOSFER SEKOLAH (ARTEFAK)

            Selain penerapan konsep dalam bentuk pembiasaan, atmosfer sekolah juga perlu dibangun dalam bentuk artefak-artefak yang tersebar di penjuru sekolah sebagai pengingat agar semangat pembelajaran Al Qur an senantiasa melekat di seluruh warga sekolah. Adapun jenis-jenis artefak yang akan dibangun antara lain:

 

NO

KALIMAT

PENEMPATAN

KET

1

“Jangan wariskan bacaan Al Qur an yang salah, karena yang benar itu mudah.” - K.H. Dahlan Salim Zarkasyi

 

 

2

“Anakku, jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.” - Imam Syafi’i R.A.

 

 

3

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” - Q.S. Al Mujadilah: 11

 

 

4

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” - Q.S. Al ‘Alaq: 1

 

 

5

Man jadda wajada

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

“Barang siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mencapai tujuannya.”

 

 

 

6

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

 

"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699)

 

 

7

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

 

Artinya: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699).

 

 

8

مَنْخَرَجَفِىطَلَبُالْعِلْمِفَهُوَفِىسَبِيْلِاللهِحَتَّىيَرْجِعَ

 

Artinya: "Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang," (HR Tirmidzi).

 

 

9

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

 

Artinya: "Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani).

 

 

10

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 

Artinya: "Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya." (HR Muslim no. 1631).

 

 

11

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

 

Artinya: "Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan." (HR Ibnu Majah).

 

 

12

العلم قبل القول و العمل

 

Artinya: "Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas." (HR Bukhari).

 

 

13

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

 

Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

 

 

14

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

 

Artinya: "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti," (HR Abu Daud).

 

 

15

Gambar ilmuwan muslim dan penjelasan hasil penemuannya secara singkat

 

 

 

 

 

 

PEMBIAYAAN

            Dalam hal pengadaan dan pengelolaan sekolah berbasis Al Qur an, dalam hal ini MI PKP DKI Jakarta, diperlukan pembiayaan untuk mendukung konsep ini agar berjalan dengan baik. Oleh karena itu ditetapkan iuran sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per peserta didik yang dibayarkan setiap tahunnya. Adapun ketentuan pembayarannya akan dijelaskan lebih lanjut melalui kepala MI.

EVALUASI

            Proses evaluasi diperlukan untuk mengawasi dan mengendalikan jalannya prosedur sekolah berbasis Al Qur an sesuai dengan yang telah ditetapkan. Evaluasi keberlangsungan program Al Qur an pada peserta didik dapat melalui PTS dan PAS yang disesuaikan dengan target sekolah. Adapun tahapan-tahapan evaluasi secara umum yang akan dilakukan antara lain:

1)      Kepala MI

Kepala MI mengevaluasi capaian pembelajaran Al Qur an (tahsin dan tahfidz) melalui supervisi kinerja tenaga pengajar dan nilai peserta didik. Adapun pelaksanaannya disesuaikan dengan prosedur supervisi yang selama ini dilaksanakan.

2)      Direktur DIKDASMEN

Direktur DIKDASMEN berperan dalam evaluasi program pembelajaran Al Qur an melalui koordinasi dengan Kepala MI. Adapun hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam meneruskan atau menghapus program yang telah dijalankan. Selain itu, Direktur DIKDASMEN juga berperan sebagai pemberi rekomendasi hasil supervisi Kepala MI untuk kemudian diteruskan kepada Bagian Kepegawaian.

3)      Bagian Kepegawaian

Dalam hal ini Bagian Kepegawaian berperan untuk menjamin mutu, loyalitas, dan motivasi guru dalam meningkatkan kompetensi Al Qur an-nya dengan menetapkan aturan kepegawaian yang mencakup: renumerasi kenaikan jilid/hafalan guru; renumerasi guru bersyahadah; kenaikan jilid dan hafalan menjadi syarat kenaikan pangkat/golongan/guru tetap yayasan; dsb.

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN-LAMPIRAN

NO

KEKUATAN

KELEMAHAN

PELUANG

TANTANGAN

RENCANA AKSI

1

Guru MI PKP beragama Islam, dapat membaca Al Qur an

Kemampuan membaca Al-Qur an belum seragam

Menjadikan lulusan dengan branding mampu membaca Al Qur an dengan baik dan benar

Sekolah-sekolah dengan segmentasi sejenis yang sudah menggunakan metode terstandarisasi

Penyetaraan atau standarisasi metode pembelajaran Al Qur an

2

Budaya sekolah Islami, mudah menerapkan pembiasaan berbasis Al Quran

Belum ada pembelajaran Al-Qur an kepada guru dan keseragaman dalam membaca

Branding lulusan hafal Juz 30, surah pilihan, dan bacaan sholat dengan Tahsin yang benar

Mempertahankan loyalitas guru yang memiliki kemampuan Al Qur an yang baik karena banyak dibutuhkan di sekolah lain

Adanya renumerasi atau penghargaan

1

Sholat dhuha Sudah termasuk ke dalam intra kurikulum

Pelaksanaan belum tertuang dalam sebuah aturan baku

Pembiasaan peserta didik dalam pelaksanaan sholat dhuha

Daya dukung sarana serta pengembangan SDM pendidik

Pelatihan keagamaan

2

Menjadikan peserta didik generasi qur’ani dan menumbuhkan karakter dan prestasi diri dalam cinta Al Qur an

Belum konsisten dalam penerapan pendidik, pendidik belum sepenuhnya menguasai Al Qur an dan tidak ada buku panduan pelaksanaan tahfidz

Ajang promosi sekolah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas

Penerapan silabus tahfidz yang belum menyeluruh

Penambahan jam pertemuan pada mapel tahfidz dan uji kompetensi pada tutor tahfidz

1

Ada jam untuk tahfidz Al Qur an

Minim jam untuk tahfidz Al Quran

Menambah jam pelajaran khusus Al Quran dari 2 jam menjadi 6 jam perminggu

Sumber pengajar dan kesamaan kemampuan guru

Pelatihan Al Quran

2

 

Lemah administrasi dan aturan rencana jangka pendek

Pembiasaan

Konsistensi naik turun

Metode al quran untuk guru; pemetaan pengajar; rencana pengelompokan kemampuan anak; ada target yang disepakati sekolah; tadarus pagi; dhuha; murojaah; buat kendali setoran hafalan; buku panduan target surat; doa harian; hadits; sholat dzuhur berjamaah dan sholat rowatib; mengadakan haflah tahfidzul quran per semester tiap tingkat; sholat sunnah lainnya seperti sholat ghoib

 

 

 

 

NO

JENIS KEGIATAN

TUJUAN

SASARAN

INDIKATOR KEBERHASILAN

WAKTU PELAKSANAAN

PELAKSANA

BIAYA DAN SUMBER DAYA

1

Riset ke beberapa metode pembelajaran Al Qur an

Menganalisis keunggulan metode yang disesuaikan dengan keperluan lembaga

Qiroaty, Ummi, Tilawati, Yanbu'a, Iqra' + Al Baghdadi

Persentase kecocokan antara metode dengan kebutuhan lembaga

 

Yayasan dan pimpinan sekolah

 

2

Penyusunan kurikulum pembiasaan harian siswa

Penerapan Al Qur an dalam berkegiatan sehari-hari (mapel Tahsin dan Tahfidz 10 JP, Klasikal, individual, muroja'ah, do'a, bacaan sholat, dll)

Siswa dan guru

Siswa menerapkan Al Qur an dalam berkegiatan sehari-hari (do'a, bacaan sholat, dll)

 

Kurikulum, guru

 

3

Penguatan SDM guru PKP

Memberdayakan dan mempertahankan guru yang berkompetensi Al Qur an

Guru

Guru bersyahadah

 

Guru dan tim metodologi

 

4

Pemetaan kemampuan Al Qur an guru

Menganalisis kompetensi Al Qur an pada guru

Guru

Banyak guru dengan kompetensi Al Qur an yang baik

 

Koordinator Al Qur an atau tim metodologi

 

5

Pembelajaran Al Qur an pada guru

Meningkatkan kemampuan Al Quran guru

Guru

Guru bersyahadah

 

Koordinator Al Qur an atau tim metodologi

 

1

Sholat sunnah dan wajib

Pembiasaan peserta didik dalam pelaksanaan solat sunnah dan wajib

Peserta didik

Peserta didik mampu menjadi imam sholat dan peserta didik mampu melafalkan doa dan dzikir

Menyesuaikan waktu sholat

Guru bidang keagamaanatau wali kelas

BOS atau RAPBS

2

Tahfidz

Ajang promosi sekolah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas

Pendidik dan Peserta didik

Pendidik mampu menerapkan silabus tahfidz dan peserta didik lulus dalam uji kompetensi tahfidz yang berujung hafla

Adanya penambahan waktu pelaksanaan di sore hari pada sebelum pulang sekolah tanpa mengurangi jadwal pelajaran

Pengampu tahfidz

BOS atau RAPBS

1

Penambahan Jumlah Jam Tahfidz

Meningkatkan hafalan surat

Peserta Didik

Peserta didik dapat menghafal juz 30

Selasa sampai Jumat

 

 

2

Pelatihan Guru Tahfidz

Meningkatkan kemampuan guru tahfidz dalam mengajarkan Al quran

Pendidik Tahfidz

Pendidik Tahfidz memiliki kompetensi ciri khas dalam mengajar tahfidz

Seminggu sekali saat ratib

 

 

3

Pembiasaan shalat dhuha dan tadarus

membiasakan peserta didik agar konsisten melaksanakan shalat dhuha dan siswa lancar dalam membaca al quran

Peserta Didik

Peserta didik dapat membaca Al quran dengan baik dan terbiasa melaksanakan dhuha

Shalat dhuha setiap hari dan tadarus selasa sampai jumat

 

 

4

Pembiasaan karakter yang qurani

Membiasakan peserta didik dan seluruh warga sekolah berakhlak qurani

Peserta didik dan guru maupun seluruh warga sekolah

membuat panduan untuk guru, peserta didik dan orang tua

Membuat panduan untuk guru, peserta didik dan orang tua

 

 

5

Pelatihan seluruh guru mengenal Al quran dan ibadah amaliyyah

Untuk menyamakan pengajaran dan pemahaman

Seluruh Guru

Guru mampu menguasai metodede Al quran yang baik dan ibadah amaliyah

 

 

 

1

Pemetaan kemampuan peserta didik

Mengetahui kemampuan awal peserta didik

Peserta didik

Peserta didik terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuan

 

Guru dan peserta didik

 

2

Pemetaan kemampuan guru

Mengetahui kemampuan guru

Guru

Guru terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuan

 

Guru

 

3

Pembelajaran Tahfidz

Menciptakan sekolah berbasis Al-qur’an

Peserta didik

Peserta didik mendapatkan pembelajaran qurani yang bermakna

 

Guru

 

4

Penambahan jam pembelajaran tahfidz, jadwal tahfidz

Menghasilkan peserta didik hafidz dan hafidzah

 

Peserta didik mampu mengahafal sesuai target

 

 

 

5

Membuat jadwal setoran siswa

Menciptakan peserta didik yang unggul dalam bidang tahfidz

 

Peserta didik dapat menjadi contoh untuk teman sebaya, keluarga dan masyarakat

 

 

 

6

Membentuk kelas akselerasi

Mampu berkompetisi di luar sekolah

 

Peserta didik berkompetisi di luar sekolah

 

 

 

7

Membuat aturan yang berkelanjutan dalam pembentukan karakter peserta didik

Menciptakan peserta didik yang berkarakter

Peserta didik

Peserta didik mampu menerapkan kebiasaan baik disekolah maupun dirumah

 

Guru dan peserta didik

 

8

Menerapkan aturan sederhana (mengucap salam, senyum, berdoa, makan/minum duduk, tadarus, sholat dhuha, sholat fardu)

 

 

 

 

 

 

9

Memberikan reward dan punishment

Menjadikan peserta didik lebih bertanggung jawab

Peserta didik

Peserta didik memiliki semangat dalam belajar

 

Guru dan peserta didik

 

 

Membuat grafik, banner prestasi peserta didik

 

 

 

 

 

 

 

Menciptakan kuis untuk peserta saat pulang (sambung ayat, membaca surah, dll)

 

 

 

 

 

 

 

Menulis ayat atau hadist

 

 

 

 

 

 

 

Membuat daftar capaian peserta didik yang di tanda tangani orang tua

Membangun kerjasama dengan orang tua tentang capaian peserta didik

Orang tua

Peserta didik dapat meningkatkan kecapaian belajar

 

Guru

 

 

Jum'at bersih dan piket kelas

Menciptakan lingkungan bersih dan nyaman

Lingkungan sekolah MI

Meningkatkan kesadaran semua warga sekolah

Jum'at bersih 1 x seminggu

Warga sekolah

Alat kebersihan Rp 12.000.000,-

Piket kelas setiap hari

 

Pengadaan Artefak

Untuk mengenalkan pembelajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari

Warga sekolah

Warga sekolah mengenal dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

Awal tahun ajaran baru 2023/2024

Bidang sarana dan warga sekolah

Rp 20.000.000,-

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar