STUDI BANDING PKP 2022

 BRANDING SCHOOL, USAHA MENGEMBANGKAN DIRI SECARA BERKELANJUTAN

Oleh : Dr Tongato, M.Si. 

Sekretaris Umum Yayasan PKP DKI Jakarta

Civitas Akademika PKP Jakarta Islamic School kembali mengadakan studi banding/tiru ke Kota Pelajar, Yogyakarta pada Senin s.d. Kamis (21 - 24/11/2022) sebagai usaha mengembangkan diri. Turut dalam rombongan Ketua Umum PKP, Dr. K.H. Amidhan, Ketua Pengawas PKP, Drs. H. Andi Mappaganty, M.M., Wakil Ketua Umum PKP, Drs. H. Sukesti Martono, M.A. Sekretaris PKP, Dr. H. Tongato, M.Si., Sekretaris, Abdur  Rochman, S.Kom., M.M. dan Anggota Pengawas, Dr. Hj. Andi Diah Sakinah, S.Kom., M.M., dan  Rusmiati, S.E., Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah, Drs. Yayat W. Heriyanto, M.M., M.Ikom., Direktur Pesantren Modern PKP, Lukmanul Hakim, Ph. D., Wakil Rektor IKTJ,  Kepala Satuan Pendidikan, Kepala Bagian dan staf. 

Banyak pelajaran yang dapat diimplementasikan di dalam lingkungan PKP Jakarta Islamic School yang selalu bersemangat untuk membangun branding sekolah agar terus dapat menghela perkembangan dinamika masyarakat secara berkelanjutan. 

Ada tiga lembaga pendidikan yang menjadi subjek studi banding/tiru, yakni

1.      SMP dan SMA Terpadu Abu Bakar,

2.      SMK Negeri 6, dan

3.      Pesantren Gontor 5/Darul Qiyam Magelang.

Dan sebagai bonus, adalah kunjungan ke satu lembaga seni-budaya, Gamplong dan satu lembaga keagamaan, masjid Syekh Zayed di Solo. 

SMP dan SMA Terpadu Abu Bakar menjadi subjek studi banding/tiru karena lembaga pendidikan ini, meski baru berdiri tahun 2001/2002 dan 2004/2005 telah masuk menjadi sepuluh sekolah terbaik secara akademik di Daerah Istimewa Yogyakarta dan pilihan utama masyarakat. Salah satu indikasinya, tahun pelajaran baru yang umumnya terpenuhi bulan Juni/Juli, pada bulan November atau 8/9 bulan sebelumnya kuota penerimaan sudah tercapai. 

Apa resep SMP dan SMA Terpadu berkembang menjadi sekolah 10 besar? Paling tidak ada 4 hal, yaitu: 

Pertama, sekolah ini merupakan sekolah berkonsep yang mempersiapkan peserta didiknya menguasai ilmu qauliyah, keagamaan dan ilmu kauniyah, ilmu umum sebagai sarana meraih keunggulan dalam kehidupan. Hal ini terinspirasi kisah-kisah para nabi dan rasul. Contohnya, nabi Yusuf a.s., bukan saja seorang nabi, tapi ahli manajemen keuangan; nabi Isa a.s., bukan saja seorang nabi yang penuh ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga seorang yang dapat menyembuhkan orang sakit (baca--dokter); dan nabi Nuh a.s. selain penyampai kebenaran sebagai nabi, tetapi juga ahli perkapalan. 

Kedua, pengembangan lembaga pendidikan  Abu Bakar mendapat dukungan dari intelektual/cendekiawan dari berbagai lembaga pendidikan terkemuka di Yogyakarta, seperti UGM, UNY dan UIN . Ini merupakan dukungan yang sangat berarti bagi kemajuannya 

Ketiga, memiliki visi dan misi hingga 2050. Visi-misi di breakdown menjadi program kerja Yayasan untuk kemudian menjadi program kerja satuan pendidikan. 

Keempat, manajemen pelaksanaan program kerja di bawah koordinasi dan kendali Yayasan, baik menyangkut manajemen keuangan, sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan keagamaan. Sedangkan berkenaan dengan pengembangan pendidikan menjadi fokus utama satuan pendidikan. 

Para alumninya, banyak melanjutkan ke sekolah/perguruan tinggi unggulan, bahkan melanjutkan studi ke luar negeri, seperti Jepang dan Turki. 

Tak kalah menariknya sebagai subjek studi banding/tiru adalah SMK Negeri 6 Yogyakarta. Sekolah yang menerapkan konsep YES, Young Entrepreuner School ini telah menjadi salah satu ikon pendidikan entrepreneurship di Yogyakarta, khususnya berkenaan dengan bidang hospitality. Tak pelak, sekolah ini mendapat penghargaan dari Dirjen Dikdasmen Kemendikbudristek RI sebagai SMK Unggul dan Berprestasi. 

Dalam konsep YES yang diturunkan menjadi program, para siswa belajar entrepreunership. Mereka belajar bisnis dengan berjualan beragam makanan, fashion, perhotelan, hingga spa dan beauty treatment. Nilai rapor siswa, bukan sekedar berbasis soal pilihan ganda, tetapi juga terutama profit yang diperoleh dari hasil bisnis mereka. 

Kunjungan rombongan PKP  ke SMKN 6 pada Rabu (23/11/2023) bertepatan dengan acara "Krida", ajang kegiatan siswa sebagai implementasi program YES yang digelar tiap bulan.  Penyelenggaranya para siswa, guru sebagai fasilitator dengan sponsor eksternal. Acaranya, dikemas demikian baik, dengan penampilan berbagai ragam seni dan kuliner. 

Pesantren Gontor 5/Darul Qiyam Magelang menjadi subjek ketiga kunjungan studi banding/tiru. PKP memiliki kedekatan khusus dengan pesantren ini. Pasalnya, Pendiri PKP, Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. adalah juga pernah sebagai Ketua Umum Badan Wakaf Pondok Modern Gontor. Di Gontor 5/Darul Qiyam ini, Keluarga Besar PKP berkunjung ke makam almarhum Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A., yang berada dekat pesantren. 

Pesantren Gontor 5/Darul Qiyam telah berkembang demikian pesat. Setiap kali berkunjung, selalu ada pembangunan. Apa rahasianya? Salah satunya adalah karena mereka berprinsip: bila ada dana, ada pembangunan, maka itu kerja; bila tidak ada dana, agar ada pembangunan, maka harus kerja mencarinya; bila ada dana, tapi tidak ada pembangunan, maka ada korupsi; bila tidak ada dana, dan tidak ada pembangunan, itu artinya tidur, tidak bekerja. 

Sebelum kembali ke Jakarta, rombongan studi banding yang dipimpin Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah, Drs. Yayat W. Heriyanto, M.M., M.Ikom., mendapat jamuan istimewa di kediaman Wakil Ketua Umum PKP, Drs. H. Sukesti Martono, M.A., di Klaten. Acara hiburan dalam penyambutan menambah semarak jamuan. 

Pe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar