Mengingat Kematian sebagai Pengingat Akhirat: Pandangan Islam dalam Meraih Kebahagiaan Abadi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Pujian syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di hadapan-Nya pada kesempatan yang berharga ini. Saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan tentang sebuah topik yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai umat Muslim, yaitu mengingat kematian sebagai pengingat akan akhirat, dan pandangan Islam dalam meraih kebahagiaan abadi.

Sholat Jenazah Almarhum H Syamsari bin Sannai (Ayahanda Anatta Sannai), Masjid Baitushshidqi PKP, Kamis, 30 November 2023

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:


"Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kembali." (Q.S. Al-Anbiya: 35)


Ayat ini mengingatkan kita bahwa kematian adalah pengalaman yang universal bagi setiap makhluk hidup. Setiap jiwa akan merasakan mati, tak peduli kaya atau miskin, terkenal atau tidak, kuat atau lemah. Tidak ada yang bisa melepaskan diri dari takdir kematian ini.


Namun, sebagai umat Muslim, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Kematian seharusnya menjadi pengingat yang bermakna tentang akhirat, tempat kita akan hidup selamanya setelah meninggalkan dunia ini. Kebahagiaan yang abadi, kebahagiaan yang sejati, ada di sana.


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:


"Dan sungguh, akhirat itu lebih baik bagi kamu daripada dunia ini." (Q.S. Adh-Dhuha: 4)


Pandangan Islam mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada kekayaan materi, popularitas, atau kesenangan duniawi semata. Kebahagiaan sejati terletak pada keberhasilan kita dalam menggapai keridhaan Allah SWT dan mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi di akhirat.


Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:


"Perbanyaklah mengingat penghancuran yang mengingatkan pengurus."


Artinya, sering-seringlah mengingat kematian seperti pengingat akan akhirat. Dengan mengingat kematian, kita akan lebih bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan ini. Kesadaran akan akhirat akan membantu kita dalam menempatkan prioritas yang benar dalam hidup kita. Kita akan lebih fokus untuk melakukan amal sholeh, berbuat baik kepada sesama, dan meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT.


Kepada saudaraku yang terhormat, mari kita renungkan betapa singkatnya hidup ini. Setiap detik yang kita jalani semakin mendekatkan kita pada akhir hayat. Oleh karena itu, gunakanlah waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri, beribadah, dan berbakti kepada Allah SWT.


Dalam meraih kebahagiaan abadi, penting bagi kita untuk menjaga hati dan pikiran yang teguh dalam iman, beramal shaleh, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan kita. Kebaikan yang kita tanam di dunia ini akan menjadi persediaan kita di akhirat kelak.


Bersiaplah untuk akhirat seolah-olah kamu akan mati esok hari, tapi berjuanglah di dunia ini seolah-olah kamu akan hidup abadi. Jadikanlah kematian sebagai pengingat yang memberi kita motivasi untuk menjadi hamba yang lebih baik, dan meraih kebahagiaan yang abadi di sisi Allah SWT.


Mari kita renungkan pesan ini, dan semoga Allah SWT memberi kita hidayah dan kemampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.


Akhir kata, saya sampaikan terimakasih kepada sahabat sekalian yang telah meluangkan waktu untuk merenungkan tausiyah singkat ini. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dalam perjalanan hidup kita menuju kebahagiaan abadi.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


**SM (30112023)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar